Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Iran: Selat Hormuz Tidak Dikelola dengan Postingan-postingan Delusional Trump

POROS PERLAWANAN – Beberapa jam setelah Trump mengeklaim soal dimulainya “operasi untuk mengawal kapal-kapal komersial” melintasi Selat Hormuz dengan “dalih kemanusiaan”, Ketua Komisi Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Azizi memperingatkan Amerika Serikat agar tidak melakukan pengawalan semacam itu.

Dilansir Fars, dalam sebuah postingan di platform media sosial X, Azizi menulis bahwa setiap campur tangan AS terhadap rezim maritim baru di Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata.

“Tidak ada yang akan percaya skenario ‘Blame Game (saling menyalahkan’)! Selat Hormuz tidak akan dikelola oleh postingan-postingan delusional Trump!”

Beberapa jam sebelumnya, Presiden AS itu mengeklaim dalam sebuah postingan ambigu bahwa AS akan memulai operasi pada hari Senin 4 Mei untuk mengevakuasi kapal-kapal komersial yang terdampar di Teluk Persia.

Menyusul hal ini, sebagai tanggapan atas rencana Trump agar kapal-kapal komersial dapat melintasi Selat Hormuz, Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka akan mulai mendukung “Operasi Kebebasan” mulai Senin ini untuk memulihkan kebebasan navigasi bagi kapal-kapal komersial melalui selat tersebut.

“Atas arahan Presiden, pasukan kami akan mengambil tindakan untuk mendukung pelayaran komersial yang ingin melintasi wilayah tersebut dengan bebas,” ujar CENTCOM.

CENTCOM mengeklaim, dukungannya terhadap “misi pertahanan” ini sangat penting bagi keamanan Kawasan dan perekonomian global.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *