Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Peringatkan Trump Soal Selat Hormuz

POROS PERLAWANAN – Penasihat senior Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ali Akbar Velayati, memperingatkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump agar tidak mengubah status di Selat Hormuz. Ia menegaskan jalur strategis itu berada di bawah kendali penuh Angkatan Bersenjata Iran dan setiap upaya intervensi hanya akan memperumit situasi bagi Washington.

Dalam pernyataan di platform X pada Minggu 3 Mei, Velayati menilai Trump tidak memahami dampak eskalasi di Selat Hormuz, jalur vital yang menangani sekitar seperlima pasokan minyak global. Ia menyindir pendekatan Trump dalam politik internasional.

“Dunia politik bukan seperti film. Siapa pun yang bermain dengan jalur kehidupan dunia akan menghadapi kebuntuan”, tulisnya.

Pernyataan itu muncul saat Trump kembali mengancam aksi militer terhadap Iran jika Teheran tidak mencabut pembatasan pelayaran di Selat Hormuz. Pembatasan tersebut diberlakukan Iran pada awal Maret sebagai respons atas serangan Amerika Serikat dan Israel.

Kebijakan itu memicu lonjakan harga energi dan komoditas global. Sejumlah analis memperingatkan harga dapat meningkat tajam jika tidak ada kesepakatan untuk mengakhiri ketegangan yang sempat mereda melalui gencatan senjata pada 8 April.

Velayati juga menolak ancaman tekanan ekonomi dari Washington. Ia menyebut pernyataan Trump tidak mencerminkan realitas geopolitik saat ini. Menurutnya, Iran memiliki posisi strategis dalam rantai pasok global, termasuk jalur energi dan distribusi bahan penting seperti pupuk kimia.

Menurut Penasihat senior Pemimpin Revolusi Islam Iran itu, ancaman yang dilontarkan Washington justru menunjukkan kurangnya pemahaman terhadap dinamika ekonomi dan politik global. Ketegangan di Selat Hormuz dinilai tetap menjadi faktor penentu stabilitas energi dunia dalam beberapa bulan ke depan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *