Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Iran Tegaskan Proposal 14 Poin Fokus Hentikan Perang, Tanpa Isu Nuklir

POROS PERLAWANAN — Menurut laporan Mehr News Agency pada Senin 4 Mei, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei menegaskan proposal 14 poin yang diajukan Teheran hanya berfokus pada penghentian perang dan tidak mencakup isu nuklir. Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara televisi pada Minggu malam.

“Rencana 14 poin kami sepenuhnya difokuskan pada penghentian perang dan tidak memuat isu apa pun tentang bidang nuklir,” kata Baghaei, menanggapi laporan media yang menyebut sebaliknya.

Menurut dia, fokus utama Iran saat ini adalah merumuskan kerangka penghentian perang di Kawasan, termasuk di Lebanon. Ia menilai sejumlah pernyataan yang beredar di media merupakan spekulasi yang tidak terkait dengan isi proposal.

Baghaei menegaskan Iran tidak sedang melakukan perundingan nuklir pada tahap ini. Keputusan mengenai langkah berikutnya akan ditentukan sesuai perkembangan situasi.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran juga membantah laporan tentang dugaan kerja sama Iran dan Amerika Serikat dalam operasi penyapuan ranjau di Selat Hormuz. “Informasi tersebut sepenuhnya hasil spekulasi media dan tidak ada dalam proposal kami,” ujarnya.

Menanggapi kabar mengenai batas waktu 30 hari, Baghaei menjelaskan periode tersebut dimaksudkan untuk membahas mekanisme pelaksanaan setelah tercapai kesepahaman awal tentang penghentian perang. Menurutnya, tidak mungkin seluruh rincian implementasi disepakati dalam satu dokumen awal.

Ia menegaskan periode itu bukan ultimatum. “Tidak ada ultimatum. Iran tidak pernah bernegosiasi di bawah tekanan batas waktu,” katanya.

Berkaitan dengan jaminan pelaksanaan komitmen oleh pihak lain, Baghaei menekankan pendekatan Iran tidak bertumpu pada istilah jaminan formal. “Jaminan kami adalah kekuatan dan daya ungkit yang kami miliki, dan itu harus dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.

Baghaei menambahkan pihak Amerika Serikat telah menyampaikan tanggapan atas proposal tersebut melalui Pakistan. Iran saat ini sedang mengkaji respons tersebut sebelum menentukan langkah lanjutan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *