Senator AS Lindsey Graham Dorong Persenjataan Kelompok Anti-Iran untuk Gulingkan Teheran
POROS PERLAWANAN — Senator Amerika Serikat Lindsey Graham menyerukan pemerintahan Presiden Donald Trump dan Israel agar memasok senjata kepada kelompok anti-pemerintah di Iran. Tujuannya untuk memicu pemberontakan bersenjata dan menggulingkan Republik Islam Iran.
Dalam wawancara dengan pembawa acara Fox News, Sean Hannity, pada Selasa (4/5/2026), Graham menyebut gagasan tersebut sebagai “solusi Amandemen Kedua bagi rakyat Iran”, merujuk pada hak kepemilikan senjata dalam konstitusi Amerika Serikat.
“Jika saya menjadi Presiden Trump dan saya adalah Israel, saya akan membanjiri rakyat Iran dengan senjata agar mereka turun ke jalan dalam keadaan bersenjata dan membalikkan keadaan di dalam Iran,” kata Graham.
Politikus Partai Republik itu menegaskan bahwa Washington tidak memerlukan pengerahan pasukan darat Amerika Serikat untuk menghadapi Iran. Menurutnya, kelompok oposisi di dalam negeri Iran dapat digunakan sebagai kekuatan lapangan apabila dipersenjatai.
“Kita tidak memerlukan sepatu bot tentara Amerika di lapangan. Ada jutaan sepatu bot di Iran. Mereka hanya tidak memiliki senjata,” ujarnya.
Dalam percakapan tersebut, Hannity menyinggung upaya sebelumnya untuk memasok senjata kepada kelompok militan Kurdi separatis. Ia menyebut sebagian senjata kala itu diduga tidak sampai kepada pihak yang dituju.
“Lakukan lagi,” jawab Graham. “Saya menyukai gagasan memberdayakan rakyat Iran dengan senjata.”
Graham juga membedakan antara serangan udara Amerika Serikat dan ancaman dari konflik bersenjata internal:
“Berbeda ketika dibom Amerika. Berbeda ketika tetangga sendiri mulai menembaki Anda,” katanya.
Pernyataan Graham muncul di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington, Tel Aviv, dan Teheran. Hal ini terjadi setelah perang selama 40 hari yang dimulai pada 28 Februari lalu gagal mencapai target yang diumumkan Amerika Serikat dan Israel.
Dalam wawancara telepon sebelumnya dengan Fox News, Trump mengakui bahwa terdapat upaya pengiriman senjata api ke Iran. Upaya ini terjadi ketika kerusuhan yang dipicu protes ekonomi terkait nilai tukar dolar pada akhir Desember dan Januari.
Trump menyatakan pengiriman dilakukan melalui kelompok militan Kurdi, namun sebagian senjata disebut tidak mencapai sasaran yang diinginkan. Ia juga memperingatkan bahwa pihak yang menahan senjata tersebut akan “membayar mahal”.
Rencana Netanyahu dan Respons Pejabat AS
Sementara itu, laporan The New York Times menyebut kerusuhan di Iran merupakan bagian dari rencana yang disusun Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menggulingkan pemerintahan Iran dan membentuk rezim baru yang pro-Barat.
Namun, sejumlah pejabat tinggi Amerika Serikat disebut menilai skenario perubahan rezim yang diusulkan Netanyahu sebagai rencana yang “tidak realistis”.
Pemerintah Iran sebelumnya menuduh kelompok bersenjata memanfaatkan demonstrasi ekonomi untuk menyerang aparat keamanan dan fasilitas publik. Dalam kerusuhan tersebut, ratusan orang dilaporkan tewas setelah aksi kekerasan meluas di sejumlah kota.
Pernyataan Graham diperkirakan akan semakin memperuncing ketegangan diplomatik dan keamanan di kawasan Timur Tengah, terutama di tengah rapuhnya proses negosiasi antara Teheran dan Washington.
