Jurnalis Inggris Diselidiki Usai Kunjungan ke Iran dan Liputan Perang AS-Israel
POROS PERLAWANAN — Seorang jurnalis independen asal Inggris menghadapi penyelidikan berdasarkan undang-undang antiterorisme setelah melakukan kunjungan ke Iran dan melaporkan perkembangan pascaperang, termasuk aksi massa yang mengecam koalisi perang Amerika Serikat dan Israel.
Penyelidikan oleh Counter Terrorism Command
Menurut laporan Press TV pada Rabu (6/5/2026), jurnalis dan aktivis media Inggris, Bushra Shaikh, dirujuk ke unit Counter Terrorism Command milik Kepolisian Metropolitan London. Rujukan ini terjadi setelah Shaikh menyampaikan pidato dalam sebuah aksi solidaritas di Iran selama kunjungan terbarunya ke negara tersebut.
Kasus ini memicu kritik dari sejumlah pengamat yang menilai pemerintah Inggris mulai menggunakan instrumen hukum keamanan nasional untuk menekan suara-suara yang dianggap berseberangan dengan kebijakan Barat di Asia Barat serta terkait konflik dengan Iran.
Latar Belakang Bushra Shaikh
Bushra Shaikh dikenal aktif mengkritik operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran serta agensi berkelanjutan di Gaza. Dalam video yang beredar di media sosial, Shaikh terlihat menyampaikan dukungan kepada rakyat Iran dan mengecam serangan terhadap Republik Islam tersebut.
Dalam rekaman yang sama, tampak pula sejumlah bendera kelompok perlawanan regional, termasuk Hizbullah.
Dugaan Pelanggaran Hukum Inggris
Media Inggris melaporkan bahwa beberapa jam setelah video tersebut dipublikasikan, sebuah laporan resmi diajukan ke Scotland Yard. Laporan itu menduga adanya pelanggaran terhadap Undang-Undang Terorisme Inggris, yang melarang tindakan dianggap mendukung organisasi terlarang.
Selain itu, laporan tersebut juga menyebut kemungkinan pelanggaran terhadap National Security Act melalui skema baru Foreign Influence Registration Scheme (FIRS) . Skema ini mewajibkan individu yang dianggap bekerja atas arahan kekuatan asing untuk mendaftarkan aktivitas politik mereka.
Respons Kepolisian
Kepolisian Metropolitan London menyatakan bahwa setiap dugaan pelanggaran terkait terorisme atau keamanan nasional akan diteruskan kepada petugas kontraterorisme untuk dinilai lebih lanjut. Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi mengenai apakah penyelidikan akan dilanjutkan ke tahap penuntutan.
Aktivitas Shaikh di Iran
Selama berada di Iran, Shaikh tergabung dalam delegasi media asing yang diundang oleh Sobh Media Center. Dalam kunjungannya, ia mengunjungi sejumlah kota dan bertemu dengan para korban perang terbaru.
Shaikh juga mewawancarai sejumlah pejabat Iran, di antaranya: Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei dan Ketua Komisi Kebijakan Luar Negeri serta Keamanan Nasional Parlemen Iran, Ebrahim Azizi.
Wawancara tersebut kemudian diunggah melalui platform media sosial miliknya.
Polisi Serupa di Masa Lalu
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah jurnalis, akademisi, dan aktivis Inggris dilaporkan menghadapi tekanan hukum setelah mengunjungi Iran untuk menghadiri konferensi atau festival media. Salah satunya adalah Sobh International Media Festival yang diselenggarakan oleh layanan internasional penyiaran Iran.
Perdebatan Publik di Inggris
Kasus Bushra Shaikh kini kembali memicu perdebatan di Inggris mengenai batas antara keamanan nasional, kebebasan berekspresi, dan kriminalisasi pandangan politik yang berbeda dari kebijakan pemerintah.
Beberapa pengamat kebebasan pers menilai bahwa kasus ini dapat menjadi preseden berbahaya bagi jurnalis yang meliput konflik dari sudut pandang yang tidak sejalan dengan kebijakan luar negeri Inggris. Sementara itu, pihak pendukung undang-undang keamanan berargumen bahwa setiap warga negara tetap terikat hukum, termasuk saat berada di luar negeri.
