Loading

Ketik untuk mencari

Asia Barat

Bloomberg: Kapal LNG Qatar Putar Balik dari Selat Hormuz

POROS PERLAWANAN — Sebuah kapal pengangkut gas alam cair milik Qatar berbalik arah setelah mendekati wilayah Selat Hormuz yang berada di bawah pengawasan Iran, di tengah meningkatnya ketidakpastian keamanan jalur energi Kawasan.

Dalam laporan yang dirilis pada Senin 11 Mei, Bloomberg menyebut kapal LNG bernama “Mekhzam” mengubah rutenya setelah sebelumnya bergerak menuju Selat Hormuz dengan tujuan akhir Pakistan.

Data pelacakan kapal yang dikumpulkan Bloomberg menunjukkan kapal tersebut berangkat membawa muatan LNG dari Ras Laffan, Qatar, pada akhir Februari lalu sebelum kemudian mendekati jalur pelayaran di kawasan Hormuz.

Namun setelah memasuki area yang dikontrol Iran, kapal itu dilaporkan memutar arah meski tujuan pelayaran pada sistem pelacakan masih tercatat menuju Pakistan.

Bloomberg menyebut perubahan rute itu mencerminkan masih tingginya ketidakpastian kelancaran distribusi energi dari kawasan Teluk di tengah ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.

Laporan tersebut juga menyinggung belum adanya kesepakatan antara Tehran dan Washington tentang kerangka penghentian konflik dan pembukaan kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.

Jika pelayaran “Mekhzam” berhasil dilanjutkan, kapal itu disebut akan menjadi pengiriman LNG Qatar kedua yang melewati Selat Hormuz sejak pecahnya konflik terbaru pada akhir Februari.

Beberapa kapal lain sebelumnya dilaporkan membatalkan pelayaran sebelum melintasi Hormuz, sementara sejumlah kapal disebut mengalami serangan setelah memasuki perairan Laut Oman.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi paling penting di dunia karena menjadi rute utama ekspor minyak dan gas dari kawasan Teluk menuju pasar global.

Pemerintah Iran sebelumnya menyatakan telah menetapkan koridor pelayaran tertentu bagi kapal-kapal yang melintas di Hormuz dan meminta seluruh operator mematuhi protokol keamanan yang ditetapkan Tehran.

Ketegangan di jalur tersebut meningkat dalam beberapa bulan terakhir menyusul konflik regional dan meningkatnya risiko keamanan terhadap kapal dagang di kawasan Teluk.

Tags: