Singgung Kekalahan Telak yang Mustahil Disembunyikan, Majalah The Atlantic Sebut Situasi ‘Skakmat’ AS di Hadapan Iran
POROS PERLAWANAN – Majalah The Atlantic menggambarkan perang Iran sebagai kekalahan strategis bagi AS, yang tak dapat diperbaiki dan mustahil disembunyikan. Menurut majalah tersebut, Washington telah berada dalam situasi yang mirip “skakmat” di hadapan Iran dan tak lagi mampu mengendalikan konsekuensi dari kekalahan ini.
Diberitakan Tasnim, beberapa poin utama dari laporan The Atlantic ini adalah sebagai berikut:
1. Kekalahan yang Berbeda
Tidak seperti di Vietnam, Afghanistan, atau bahkan Irak, kekalahan melawan Iran, menurut The Atlanctic, bukanlah kemunduran sementara, melainkan perubahan permanen dalam perimbangan kekuatan global, yang membuat kembalinya status quo sebelumnya menjadi mustahil.
2. Kegagalan Kekuatan Militer Terhadap Perlawanan Iran
Selama 37 hari serangan gencar, AS dan Israel menargetkan sebagian besar infrastruktur dan komandan Iran. Namun mereka gagal, baik dalam mengguncang sistem politik Iran maupun memperoleh konsesi strategis sekecil apa pun.
3. Selat Hormuz Tidak Akan Pernah Kembali ke Keadaan Semula
Analisis ini menekankan bahwa Iran tidak akan lagi membiarkan Selat Hormuz beroperasi seperti di masa lalu. Dengan mempertahankan kendali atas jalur ini, Iran akan menjadi aktor penentu di pasar energi global.
4. Hormuz: Pengaruh yang Lebih Kuat Dibandingkan Program Nuklir
Menurut pandangan The Atlantic, kemampuan Iran untuk mengontrol atau membatasi lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz kini telah menjadi alat yang lebih efektif daripada kemampuan nuklirnya, dan dapat memaksa negara-negara lain untuk menerima tuntutan-tuntutan Teheran.
5. Amerika Terjepit Antara Pilihan Mundur atau Terlibat dalam Perang yang Lebih Luas
Trump kini dihadapkan pada pilihan sulit: menerima kekalahan dan mengambil langkah mundur, atau terjun ke dalam perang lebih luas yang akan menelan biaya jauh lebih besar dan tetap tak menjamin kemenangan.
6. Awal dari Penataan Ulang Kekuatan di Teluk Persia
Negara-negara Arab di Kawasan, yang selama bertahun-tahun berada di bawah payung keamanan AS, kini akan dipaksa untuk bergerak menuju akomodasi dengan Iran demi menjaga keamanan dan stabilitas ekonomi mereka.
7. Dunia Pasca-Amerika
Laporan ini menyimpulkan bahwa kekalahan Amerika dalam perang dengan Iran bukan sekadar kegagalan militer, melainkan pertanda dimulainya periode di mana kekuatan dan prestise global Washington akan menurun dengan laju yang semakin cepat.
