Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Iran Kecam Tuduhan Kuwait, Desak Pembebasan Empat Warganya yang Ditahan

POROS PERLAWANAN — Dilansir Al Mayadeen, Republik Islam Iran dengan tegas menolak pernyataan Kuwait yang menuduh Teheran merencanakan tindakan permusuhan terhadap negara tersebut. Teheran menyebut pernyataan itu sebagai tuduhan tidak berdasar yang sarat muatan politik dan bertujuan menciptakan ketegangan baru di Kawasan.

Dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Iran, Pemerintah Iran mengecam keras sikap otoritas Kuwait yang dianggap memanfaatkan insiden penahanan empat warga negara Iran untuk membangun narasi provokatif terhadap Republik Islam.

“Tuduhan yang dilontarkan sama sekali tidak dapat diterima dan tidak memiliki dasar apa pun,” tegas Kementerian Luar Negeri Iran.

Menurut Tehran, empat warga negara Iran yang ditahan otoritas Kuwait itu tengah menjalankan tugas patroli maritim rutin ketika kapal mereka mengalami gangguan sistem navigasi, sehingga tanpa sengaja memasuki wilayah perairan Kuwait.

Iran menegaskan bahwa insiden tersebut seharusnya ditangani melalui jalur hukum dan diplomatik, bukan dengan membangun tuduhan keamanan yang dapat memperkeruh stabilitas kawasan Teluk Persia.

Kementerian Luar Negeri Iran juga menuntut akses konsuler segera bagi Kedutaan Besar Iran di Kuwait untuk menemui para warga negaranya yang ditahan, sesuai ketentuan hukum internasional. Tehran sekaligus mendesak pembebasan cepat dan tanpa syarat terhadap keempat warga Iran tersebut.

Sebelumnya, otoritas Kuwait mengeklaim telah menangkap empat orang yang disebut terkait dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) setelah dugaan “upaya infiltrasi maritim” ke Pulau Bubiyan. Dalam operasi yang diklaim berlangsung pada 1 Mei 2026 itu, seorang tentara Kuwait dilaporkan mengalami luka.

Kementerian Dalam Negeri Kuwait menyatakan kapal nelayan yang dicegat tersebut diduga disewa untuk menjalankan “kegiatan permusuhan terhadap Kuwait”. Bahkan, pihak Kuwait mengeklaim para tahanan mengaku mendapat tugas dari IRGC untuk melakukan infiltrasi.

Namun, Iran menolak seluruh tuduhan tersebut dan menilai narasi yang dibangun Kuwait tidak terlepas dari meningkatnya ketegangan regional serta upaya pihak-pihak tertentu untuk menyeret negara-negara Teluk ke dalam konfrontasi dengan Republik Islam.

Dalam beberapa pekan terakhir, Kuwait juga menuding Iran berada di balik sejumlah insiden keamanan, termasuk dugaan serangan terhadap kilang minyak Mina al-Ahmadi dan fasilitas pembangkit listrik serta desalinasi air.

Teheran kembali membantah seluruh tuduhan itu dan menegaskan bahwa Republik Islam tidak memiliki kepentingan untuk mengganggu keamanan negara-negara tetangga. Iran justru menuding Rezim Zionis Israel kerap menjalankan operasi bendera palsu guna memicu konflik dan memperluas instabilitas di Kawasan.

Iran juga berulang kali memperingatkan bahwa pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk telah digunakan untuk melancarkan agresi terhadap Republik Islam. Teheran menegaskan bahwa setiap respons terhadap fasilitas tersebut merupakan bagian dari hak pembelaan diri atas ancaman militer yang berasal dari kehadiran AS di Kawasan.

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *