Menhan Pakistan Sebut Netanyahu “Monster” dan Aib Kemanusiaan
POROS PERLAWANAN — Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Muhammad Asif melontarkan kecaman keras terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dengan menyebutnya sebagai “monster” dan aib bagi kemanusiaan karena dituduh membiarkan serta mempromosikan kekerasan seksual terhadap tahanan Palestina di penjara Israel.
Menurut Press TV pada Kamis (14/5/2026), pernyataan itu disampaikan Asif melalui akun X miliknya pada Rabu, sebagai respons atas tuduhan Netanyahu terhadap Pakistan dalam wawancara dengan CBS News awal pekan ini.
Dalam wawancara tersebut, Netanyahu menuduh Pakistan menjalankan kampanye anti-Israel yang terkoordinasi untuk merusak hubungan Amerika Serikat dan Israel. Ia juga mengklaim Islamabad memberikan perlindungan bagi pesawat militer Iran guna menghindari serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Menanggapi tuduhan itu, Asif balik menyerang Netanyahu dengan menyinggung dugaan pelanggaran serius terhadap tahanan Palestina di penjara Israel.
“Lihat siapa yang berbicara. Monster yang membiarkan dan mempromosikan pemerkosaan terhadap tahanan Palestina, perempuan, laki-laki, dan anak-anak, oleh tentara Israel, sipir penjara, dan anjing-anjing mereka. Kepala kemanusiaan tertunduk malu,” tulis Asif.
Pernyataan keras tersebut muncul beberapa bulan setelah pelapor khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk wilayah Palestina yang diduduki sejak 1967, Francesca Albanese, merilis laporan mengenai dugaan penyiksaan sistematis terhadap tahanan Palestina.
Dalam laporan yang dipublikasikan Maret lalu, Albanese menyebut penyiksaan di pusat-pusat penahanan Israel telah digunakan dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya sebagai bentuk balas dendam kolektif.
Laporan tersebut juga mengungkap adanya pemukulan brutal, kekerasan seksual, perlakuan tidak manusiawi, kelaparan, serta perampasan hak-hak dasar yang meninggalkan luka fisik dan psikologis mendalam bagi ribuan warga Palestina.
Menurut data terbaru, lebih dari 9.300 warga Palestina saat ini ditahan di penjara Israel, termasuk sekitar 350 anak-anak. Dalam beberapa tahun terakhir, laporan mengenai dugaan kekerasan seksual terhadap tahanan Palestina terus bermunculan.
Sementara itu, survei terbaru Pew Research Center menunjukkan citra Israel di Amerika Serikat terus memburuk. Enam dari sepuluh warga Amerika disebut memiliki pandangan negatif terhadap Israel, meningkat tajam dibanding beberapa tahun terakhir.
Netanyahu menyalahkan media sosial atas memburuknya citra Israel di mata publik Amerika Serikat. Dalam wawancara dengan CBS News, ia mengklaim penurunan dukungan tersebut dipicu “kampanye disinformasi” yang terorganisasi di media sosial.
Ia juga membantah bahwa perang Israel di Gaza berkontribusi terhadap meningkatnya citra negatif terhadap negaranya.
Di tengah tekanan internasional, Netanyahu saat ini juga menghadapi persidangan kasus korupsi di dalam negeri. Selain itu, sejak 2024 ia menjadi buronan International Criminal Court atas tuduhan genosida, kejahatan perang, dan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Perang Israel di Gaza sejauh ini dilaporkan telah menewaskan lebih dari 70 ribu warga Palestina dan menyebabkan kerusakan besar di wilayah kantong tersebut.
