Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Iran Sebut AS Pakai Tekanan Politik untuk Galang Dukungan Resolusi Anti-Teheran soal Hormuz

POROS PERLAWANAN — Misi Tetap Iran untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa mengecam Amerika Serikat karena dituduh menggunakan tekanan politik dan ancaman guna menggalang dukungan terhadap rancangan resolusi anti-Iran terkait Selat Hormuz.

Dalam pernyataannya di platform X pada Kamis (14/5/2026), misi Iran di PBB menyebut upaya Washington menggambarkan banyaknya negara pendukung resolusi tersebut sebagai bukti dukungan internasional luas terhadap Amerika Serikat sebagai tindakan yang “absurd” dan “menyesatkan”.

Menurut Teheran, jumlah negara sponsor tidak dapat dijadikan legitimasi atas tindakan Amerika Serikat yang disebut melanggar hukum internasional terhadap Republik Islam Iran.

“Meskipun ada banyak sponsor yang dipaksa mendukung, tindakan ilegal Washington terhadap Iran tetap tidak dapat dibenarkan,” tulis misi Iran.

Teheran menuding Amerika Serikat terus melakukan blokade maritim, menyerang kapal dagang Iran, menyita kapal komersial secara ilegal, serta menahan awak kapal dengan cara yang disebut menyerupai pembajakan laut.

Misi Iran juga menyatakan banyak negara bergabung dalam rancangan resolusi tersebut akibat tekanan politik, paksaan, bahkan ancaman dari Washington.

Menurut Iran, klaim Amerika Serikat mengenai dukungan luas terhadap resolusi anti-Teheran hanyalah upaya putus asa untuk menciptakan legitimasi politik bagi agenda yang telah ditentukan sebelumnya.

Teheran juga menilai langkah tersebut merusak kredibilitas Dewan Keamanan PBB dan digunakan sebagai perlindungan politik bagi tindakan-tindakan yang dianggap melanggar hukum internasional.

Ketegangan terkait Selat Hormuz meningkat sejak Iran menutup jalur strategis tersebut bagi negara-negara yang dianggap sebagai musuh dan sekutunya setelah dimulainya agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026.

Iran kemudian memperketat kontrol di Selat Hormuz setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan blokade terhadap kapal dan pelabuhan Iran yang oleh Teheran disebut melanggar kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi Pakistan dan berlaku sejak 8 April.

Amerika Serikat belakangan juga meluncurkan operasi militer dengan dalih membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz. Namun operasi tersebut disebut dihentikan setelah Iran menunjukkan perlawanan terhadap ancaman keamanan maritim dan tekanan Amerika.

Bulan lalu, rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB terkait Selat Hormuz yang diajukan Bahrain dan Amerika Serikat diveto oleh China dan Russia.

Iran berulang kali menegaskan bahwa situasi di Selat Hormuz bukan sekadar krisis maritim atau sengketa keamanan terbatas, melainkan dampak langsung dari perang dan agresi Amerika Serikat serta Israel terhadap Republik Islam Iran.

Dalam beberapa pekan terakhir, Selat Hormuz kembali menjadi pusat perhatian global karena jalur tersebut merupakan salah satu titik paling vital bagi distribusi energi dunia. Ketegangan di kawasan itu juga meningkatkan kekhawatiran terhadap stabilitas pasar minyak internasional dan keamanan pelayaran global.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *