Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Hizbullah Tegaskan Tak Akan Berkonfrontasi dengan Militer Lebanon

POROS PERLAWANAN — Pejabat senior Hizbullah menegaskan Kelompok Perlawanan Lebanon itu tidak akan terlibat konfrontasi dengan Militer Lebanon di tengah meningkatnya ketegangan keamanan dan berlanjutnya serangan Israel di wilayah selatan negara tersebut.

Menurut laporan Press TV pada Senin 25 Mei, Kepala Unit Liaison dan Koordinasi Hizbullah, Wafiq Safa menyatakan hubungan Hizbullah dengan Angkatan Bersenjata Lebanon tetap berada dalam kerangka kepentingan nasional.

“Komando Angkatan Darat Lebanon memiliki kebijaksanaan politik dan sosial yang diperlukan untuk menjaga kepentingan nasional. Hizbullah tidak akan pernah terlibat konfrontasi dengan Militer Lebanon,” ujar Safa.

Dia menegaskan Hizbullah tetap menjadi kekuatan paling efektif dalam menghadapi pendudukan Israel di Lebanon selatan. Menurutnya, Kelompok Perlawanan itu berhasil memberikan pukulan besar terhadap pasukan Israel hingga memaksa penarikan penuh Militer Israel dari Lebanon selatan pada 2000 silam.

Safa juga menyatakan Hizbullah akan terus melanjutkan operasi balasan terhadap Israel sebagaimana strategi yang diterapkan selama perjuangan pembebasan Lebanon selatan.

“Sebagaimana Lebanon selatan dibebaskan melalui serangan-serangan yang melumpuhkan pada tahun 2000, strategi yang sama tetap relevan hingga saat ini,” katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya pelanggaran gencatan senjata oleh Israel di Lebanon selatan. Militer Lebanon sebelumnya melaporkan seorang tentaranya mengalami luka akibat serangan Israel di Kota Nabatieh.

Safa turut mengkritik Pemerintah Lebanon yang dinilainya gagal menghentikan agresi Israel melalui jalur diplomatik. Menurut dia, Israel hanya memahami “bahasa kekuatan”, sehingga pejuang Hizbullah perlu kembali ditempatkan di Lebanon selatan.

Dia juga menolak perundingan langsung antara Lebanon dan Israel yang dinilai lebih menguntungkan Washington dan Tel Aviv.

Pejabat Hizbullah itu menuding tekanan Amerika Serikat dan Israel membuat Pemerintah Beirut tidak memanfaatkan kemampuan Kelompok Perlawanan dalam menghadapi ancaman keamanan.

“Meski berbagai konsesi telah diberikan, Pemerintah Beirut tetap gagal mencapai gencatan senjata,” ujarnya.

Safa juga memuji keteguhan Iran dalam menghadapi tekanan Amerika Serikat. Menurutnya, Teheran berhasil memaksakan syarat-syaratnya, termasuk tentang situasi di Lebanon, dalam setiap pembahasan dengan Washington.

Dia menambahkan tidak akan ada kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat tanpa memasukkan isu Lebanon dalam pembahasannya.

Safa turut menyatakan Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu, gagal mencapai tujuannya di Lebanon dan kini menghadapi krisis serius di Wilayah Pendudukan Israel.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *