Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Pejabat Keamanan Tertinggi Iran: Hadapi Tekanan AS, Tak Ada Kata ‘Mundur’ bagi Teheran

POROS PERLAWANAN — Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran menegaskan Republik Islam Iran tidak akan “mundur” di tengah berlanjutnya pembicaraan tidak langsung antara Teheran dan Washington mengenai penghentian perang dan ketegangan regional.

Menurut laporan Press TV pada Senin 25 Mei, Mohammad Bagher Zolghadr menyampaikan pesan kepada rakyat Iran bahwa tidak akan ada penyerahan ataupun kemunduran dalam menghadapi tekanan Amerika Serikat dan Israel.

“Tidak akan ada penyerahan dan tidak akan ada kata mundur. Hal itu telah dibuktikan di medan militer, di medan diplomasi, dan oleh rakyat yang hadir di jalan-jalan dengan perlawanan mereka,” ujar Zolghadr.

Dia menekankan persatuan nasional menjadi faktor utama untuk menggagalkan apa yang disebutnya sebagai upaya Amerika Serikat dan Israel melemahkan Iran dari dalam.

“Sekarang lebih dari sebelumnya, negara membutuhkan persatuan dan kohesi sehingga Amerika dan Zionis kehilangan harapan dalam hal ini,” katanya.

Zolghadr menyebut persatuan nasional sebagai “medan pertempuran lain” yang menentukan kemenangan Iran dalam menghadapi tekanan eksternal.

Pernyataan tersebut disampaikan ketika pembicaraan tidak langsung antara Iran dan Amerika Serikat yang dimediasi Pakistan masih berlangsung berdasarkan proposal 14 poin yang diajukan Teheran untuk mengakhiri perang dan mencapai nota kesepahaman.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, sebelumnya menyatakan pembicaraan dengan Washington difokuskan pada penghentian agresi di seluruh Kawasan dan tidak mencakup isu nuklir maupun pengelolaan Selat Hormuz.

Pada Sabtu lalu, Baghaei mengatakan Iran dan Amerika Serikat semakin dekat untuk menyelesaikan nota kesepahaman yang mencakup penghentian agresi maritim Amerika dan pembebasan aset-aset Iran yang diblokir.

Konfrontasi antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel dimulai pada 28 Februari melalui serangan udara yang menewaskan sejumlah pejabat dan komandan senior Iran, termasuk Pemimpin Revolusi Islam Iran, Syahid Imam Ali Khamenei.

Sebagai respons, Angkatan Bersenjata Iran melancarkan operasi rudal dan drone terhadap sasaran militer Israel dan pangkalan Amerika Serikat di Kawasan. Iran juga menutup Selat Hormuz bagi negara-negara yang dianggap terlibat dalam agresi tersebut.

Gencatan senjata sementara yang dimediasi Pakistan mulai berlaku pada 8 April sebelum kemudian diperpanjang secara sepihak oleh Washington. Meski demikian, perundingan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan final akibat perbedaan tuntutan kedua pihak.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *