Senator AS Sebut Ancaman Trump terhadap Oman sebagai Kesalahan Baru
POROS PERLAWANAN — Senator senior Partai Demokrat Amerika Serikat, Chris Murphy, mengkritik keras ancaman Presiden Donald Trump terhadap Oman dan menyebutnya sebagai kesalahan baru dalam rangkaian kebijakan keliru Washington sejak perang melawan Iran.
Dalam unggahannya di platform X pada Kamis (28/5), Murphy mengatakan ancaman Trump untuk menghancurkan Oman menunjukkan bahwa konflik dan kebijakan Amerika Serikat di kawasan semakin keluar dari kendali.
“Ancaman untuk meledakkan Oman, sekutu Amerika dan mediator utama dalam perundingan dengan Iran, hanyalah tanda lain bahwa perang ini telah keluar dari jalur utamanya,” tulis Murphy.
Ia juga menyindir Trump dan para pejabat pemerintahannya yang dinilai bertindak tanpa arah yang jelas di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
“Mereka berada dalam kondisi panik dan kekacauan terus-menerus, lalu melakukan kesalahan demi kesalahan,” tambahnya.
Pernyataan Murphy muncul setelah Trump kembali melontarkan komentar kontroversial terkait Selat Hormuz. Dalam pidatonya di pangkalan militer Fort Myers, Presiden AS itu mengklaim bahwa tidak ada pihak yang berhak mengendalikan Selat Hormuz dan menyebut jalur perairan strategis tersebut sebagai wilayah internasional.
Trump kemudian mengancam Oman apabila negara Teluk itu tidak “bertindak sebagaimana negara lain.”
“Jika Oman tidak bertindak sebagaimana negara lain, kami akan dipaksa untuk menghancurkannya,” kata Trump.
Komentar tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan terkait Selat Hormuz, yang dalam beberapa pekan terakhir berubah menjadi salah satu isu utama dalam perundingan Iran-Amerika Serikat. Sebelum pecahnya perang, isu penguasaan selat itu tidak menjadi fokus utama pembahasan antara kedua negara.
Ucapan Trump memicu kritik luas, baik di dalam maupun luar Amerika Serikat. Kementerian Luar Negeri Iran menyebut ancaman tersebut sebagai indikasi berbahaya dari normalisasi pelanggaran hukum internasional dan praktik intimidasi dalam hubungan antarnegara.
Sementara itu, sejumlah pengamat menilai tekanan terhadap Oman berpotensi memperumit situasi kawasan Teluk, mengingat Muscat selama ini memainkan peran penting sebagai mediator dalam berbagai negosiasi regional, termasuk jalur komunikasi tidak langsung antara Teheran dan Washington.
Gelombang kritik tersebut memperlihatkan meningkatnya kekhawatiran internasional terhadap pendekatan agresif pemerintahan Trump dalam menangani dinamika kawasan dan hubungan dengan Iran.
