Loading

Ketik untuk mencari

Eropa

Pejabat Rusia Sebut Nasib Negosiasi Ukraina Kini Bergantung pada Perkembangan Iran

POROS PERLAWANAN — Seorang pejabat Rusia menyatakan kelanjutan negosiasi terkait perang Ukraina kini bergantung pada arah perkembangan situasi Iran. Pernyataan itu muncul ketika Amerika Serikat dinilai semakin terseret dalam dinamika geopolitik Timur Tengah dan menghentikan sementara pembicaraan mengenai penyelesaian konflik Ukraina.

Dilansir dari kantor berita TASS Rusia dan diberitakan kembali oleh Mehr News Agency pada Kamis, (3/6/2026), pejabat Rusia yang identitasnya tidak diungkap menyebut Washington saat ini tidak memiliki ruang politik maupun diplomatik yang cukup untuk mendorong penyelesaian damai di Ukraina karena fokus penuh tertuju pada kawasan Timur Tengah.

“Amerika Serikat saat ini sepenuhnya terlibat dalam perkembangan di Timur Tengah. Selama persoalan Iran belum mencapai titik penyelesaian yang jelas, akan sulit bagi Washington untuk aktif menangani isu internasional besar lainnya,” kata pejabat tersebut.

Menurutnya, waktu dimulainya kembali negosiasi Ukraina belum dapat dipastikan. Situasi itu dapat berubah dalam waktu sangat cepat, namun juga berpotensi berlangsung hingga berbulan-bulan tergantung dinamika yang berkembang di sekitar Iran.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bagaimana krisis geopolitik di Timur Tengah mulai memengaruhi agenda strategis global, termasuk upaya penyelesaian perang Rusia-Ukraina yang hingga kini belum menemukan titik temu.

Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Ryabkov menyatakan Moskow tetap terbuka untuk mencapai kesepakatan politik guna mengakhiri konflik Ukraina. Namun, menurut Ryabkov, penyelesaian tidak akan tercapai tanpa membahas akar utama krisis yang berlangsung.

Ryabkov menegaskan Rusia siap melanjutkan proses diplomatik dan berharap pihak lawan menunjukkan keseriusan yang sama dalam mencari jalan keluar damai.

Di sisi lain, Moskow menilai Ukraina bersama negara-negara pendukungnya di Eropa justru meningkatkan upaya untuk menghambat proses perdamaian ketika peluang menuju kesepakatan mulai terbuka.

Ryabkov juga menyebut 25 Desember 2025 dapat dikenang sebagai salah satu momen penting dalam proses negosiasi. Pada periode tersebut, para pihak disebut berada sangat dekat dengan solusi politik, namun kesepakatan akhir gagal tercapai karena lemahnya kemauan politik dari pihak lawan.

Menurutnya, pemerintah di Kyiv bersama para pendukung finansialnya, terutama di Uni Eropa, belum menunjukkan minat serius terhadap penyelesaian damai dan justru berupaya mengalihkan arah pembicaraan.

Pernyataan terbaru pejabat Rusia itu memperlihatkan bahwa eskalasi isu Iran kini tidak hanya berdampak pada stabilitas Timur Tengah, tetapi juga mulai mempengaruhi konfigurasi diplomasi internasional yang lebih luas, termasuk masa depan negosiasi Ukraina.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *