Loading

Ketik untuk mencari

Asia Barat

Serangan Israel di Gaza Tewaskan 9 Warga Palestina, Zionis Bangun Puluhan Pos Baru

POROS PERLAWANAN — Sedikitnya sembilan warga Palestina tewas dan 20 lainnya terluka setelah serangan udara Israel menghantam kawasan permukiman di Kota Gaza. Serangan itu terjadi ketika rezim Zionis memperluas kehadiran militernya dengan membangun puluhan posisi baru di berbagai wilayah Jalur Gaza.

Menurut laporan Press TV, Kamis (4/6/2026), serangan udara menyasar kawasan permukiman di bagian barat dan utara Kota Gaza. Sejumlah rumah terbakar dan mengalami kerusakan parah.

Sumber lokal menyebutkan para korban dievakuasi oleh tim medis dan warga setempat, sementara ambulans terus membawa korban luka ke rumah sakit.

Rekaman video yang beredar menunjukkan petugas penyelamat berupaya mengevakuasi korban dari bangunan yang hancur akibat serangan.

Seorang sumber di Rumah Sakit Al-Shifa mengatakan sedikitnya empat apartemen hunian di Kota Gaza menjadi sasaran serangan udara Israel.

Serangan terbaru itu menambah daftar korban sipil di tengah berlanjutnya operasi militer Israel di wilayah Palestina. Sebelumnya, sedikitnya 119 warga Palestina dilaporkan tewas sepanjang Mei 2026, menjadikannya bulan dengan jumlah korban tertinggi tahun ini meskipun gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat masih berlaku.

Pos Militer Baru

Di tengah meningkatnya serangan, citra satelit terbaru menunjukkan Israel memperluas kehadiran militernya di Jalur Gaza dengan membangun sedikitnya 40 posisi militer baru.

Analisis citra satelit memperlihatkan posisi-pos tersebut tersebar di berbagai titik strategis dan terhubung oleh jaringan tanggul tanah, parit pertahanan, serta jalur logistik militer.

Hasil investigasi menunjukkan delapan posisi militer dibangun setelah gencatan senjata Oktober 2025 mulai berlaku. Dua pos berada di Gaza utara, dua di wilayah tengah, satu di sebelah timur Koridor Netzarim, dan tiga lainnya di Khan Younis, Gaza selatan. Salah satu fasilitas dilaporkan masih dalam tahap pembangunan.

Selain membangun pangkalan baru, militer Israel juga disebut memperkuat sejumlah posisi yang telah ada sebelumnya. Salah satunya berada di atas reruntuhan Pemakaman Timur di Khan Younis.

Posisi-pos militer tersebut kini mengelilingi sejumlah pusat permukiman Palestina dari berbagai arah.

Pelanggaran Gencatan Senjata

Laporan itu juga menyebut pasukan Israel terus melanggar ketentuan gencatan senjata yang diumumkan pada 10 Oktober 2025.

Rencana perdamaian Gaza yang terdiri atas 21 poin menyerukan penghentian permusuhan, penarikan pasukan Israel dari Gaza, pembukaan akses bantuan kemanusiaan, serta pelucutan senjata Hamas.

Namun, menurut laporan tersebut, Israel masih membatasi masuknya bantuan kemanusiaan dan melanjutkan operasi militernya di wilayah Gaza.

Sejak gencatan senjata diberlakukan, sebanyak 936 warga Palestina dilaporkan tewas, sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebelumnya menyatakan pasukannya telah menguasai sekitar 60 persen wilayah Gaza.

“Kami sekarang mengendalikan 60 persen wilayah itu,” kata Netanyahu dalam sebuah konferensi pers.

Ketika seorang pendukungnya menyerukan aneksasi penuh wilayah Palestina, Netanyahu menjawab, “Kita lakukan langkah demi langkah. Pertama 70 persen. Kita mulai dari sana.”

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *