Qaani: Perlawanan Menuntut Israel Mundur ke Posisi Sebelum Konflik Terbaru di Lebanon
POROS PERLAWANAN – Mengutip laporan Mehr News Agency pada Jumat 5 Juni, Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Esmail Qaani, menegaskan bahwa tuntutan minimum Kelompok-kelompok Perlawanan adalah mundurnya Israel ke posisi sebelum dimulainya konflik terbaru yang berlangsung selama 40 hari.
Dalam pesan yang disampaikannya, Qaani menekankan bahwa dukungan terhadap Perlawanan di Lebanon merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak yang mendukung perjuangan menghadapi pendudukan Israel di Kawasan.
“Dukungan terhadap Perlawanan di Lebanon adalah tugas kita bersama, dan mengakhiri keberadaan Rezim Zionis di Kawasan merupakan cita-cita yang dapat diwujudkan oleh umat Islam,” ujar Qaani.
Menurutnya, tuntutan paling mendasar dari Kelompok-kelompok Perlawanan saat ini adalah penarikan mundur Israel ke posisi sebelum pecahnya konflik yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.
Qaani juga menyampaikan keyakinannya bahwa para pejuang Perlawanan di Lebanon akan segera menyaksikan hasil dari perjuangan yang mereka lakukan.
“Para pejuang Lebanon dalam waktu dekat akan melihat hasil dari perlawanan berani yang telah mereka tunjukkan,” katanya.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah berlanjutnya ketegangan antara Israel dan Kelompok-kelompok Perlawanan di Kawasan. Eskalasi yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir telah meningkatkan situasi keamanan di perbatasan Lebanon dan memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.
