Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Qaani: Perlawanan Menuntut Israel Mundur ke Posisi Sebelum Konflik Terbaru di Lebanon

Baghdad Today: Kemunculan Qaani Mungkin Tanda Hashim Shafiudin Masih Hidup POROS PERLAWANAN-Seorang petinggi Koridor Koordinasi Faksi-faksi Syiah Irak, Isham Shakir menyatakan, strategi Iran terkait nasib Komandan Korps Quds IRGC, Esmail Qaani adalah salah satu prinsip “pengecohan strategis musuh dalam perang.” Diberitakan Mehr, Shakir dalam wawancara dengan Baghdad Today menilai, kemunculan penuh arti Qaani di televisi, setelah beredarnya spekulasi dan propaganda liar media musuh, adalah pukulan telak Iran terhadap musuh-musuhnya. Ia menyinggung gelombang baru operasi Hizbullah dan faksi-faksi Perlawanan lain di kedalaman Tanah Pendudukan. Menurut Shakir, kemunculan Qaani di depan khalayak bisa saja merealisasikan dampak-dampak signifikan atas Israel pada hari-hari mendatang. Ia menegaskan, Rezim Zionis telah terlibat dalam perang yang konsekuensi mahalnya harus ditanggung Tel Aviv dan akan mengubah wajah Kawasan dalam waktu dekat. Pakar militer Irak, Ahmad Barsim dalam analisisnya membahas hubungan dekat Qaani dengan Pemimpin Iran, Ayatullah Ali Khamenei, terutama dalam situasi panas Kawasan saat ini. Ia mengatakan,”’Hilangnya’ Qaani setelah teror terhadap Sayyid Nasrallah dan spekulasi dari media-media Zionis tentang kehadirannya di Beirut sebelum penargetan lokasi potensial Sayyid Hashim Shafiudin, bisa jadi adalah sebuah kenyataan. Ini menunjukkan karakteristik Qaani yang berani mengambil risiko di medan perang. Ini adalah karakteristik istimewa suksesor Syahid Qassem Soleimani.” “Tidak ada bukti kehadiran Qaani di Beirut di tengah massifnya propaganda musuh terhadap dirinya. Namun proses pulihnya Perlawanan Lebanon pascasyahadah Sayyid Nasrallah, yang dibarengi meningkatnya serangan ke jantung musuh, menunjukkan adanya faktor kuat yang sukses merekonstruksi struktur militer-operasional Hizbullah,” kata Barsim kepada Baghdad Today. Ia berpendapat, bukan mustahil bahwa Qaani beserta tim Korpos Quds pergi ke Lebanon untuk menata ulang kekuatan militer Hizbullah usai gugurnya Sayyid Nasrallah. Barsim bahkan menyatakan, kemunculan Qaani di depan publik bisa saja memberikan kabar gembira bahwa Sayyid Shafiudin masih hidup. Dia juga bisa saja muncul kapan saja untuk mengejutkan kawasna dan lawan. Namun bagaimanapun, imbuhnya, pada akhirnya Hizbullah yang akan mengakhiri propaganda dan spekulasi musuh tentang Sayyid Shafiudin.

POROS PERLAWANAN – Mengutip laporan Mehr News Agency pada Jumat 5 Juni, Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), Brigadir Jenderal Esmail Qaani, menegaskan bahwa tuntutan minimum Kelompok-kelompok Perlawanan adalah mundurnya Israel ke posisi sebelum dimulainya konflik terbaru yang berlangsung selama 40 hari.

Dalam pesan yang disampaikannya, Qaani menekankan bahwa dukungan terhadap Perlawanan di Lebanon merupakan tanggung jawab bersama seluruh pihak yang mendukung perjuangan menghadapi pendudukan Israel di Kawasan.

“Dukungan terhadap Perlawanan di Lebanon adalah tugas kita bersama, dan mengakhiri keberadaan Rezim Zionis di Kawasan merupakan cita-cita yang dapat diwujudkan oleh umat Islam,” ujar Qaani.

Menurutnya, tuntutan paling mendasar dari Kelompok-kelompok Perlawanan saat ini adalah penarikan mundur Israel ke posisi sebelum pecahnya konflik yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.

Qaani juga menyampaikan keyakinannya bahwa para pejuang Perlawanan di Lebanon akan segera menyaksikan hasil dari perjuangan yang mereka lakukan.

“Para pejuang Lebanon dalam waktu dekat akan melihat hasil dari perlawanan berani yang telah mereka tunjukkan,” katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan di tengah berlanjutnya ketegangan antara Israel dan Kelompok-kelompok Perlawanan di Kawasan. Eskalasi yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir telah meningkatkan situasi keamanan di perbatasan Lebanon dan memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *