Warga Desa di Suriah Tolak Bantuan Israel
POROS PERLAWANAN – Warga Desa al-Asheh di pedalaman selatan Provinsi Quneitra, Suriah, menolak menerima bantuan pangan yang ditawarkan Militer Israel. Penolakan itu terjadi saat pasukan Israel melakukan penggerebekan dan pemeriksaan rumah-rumah warga di desa tersebut.
Dikutip Fars dari harian al-Watan, Militer Israel pada Minggu pagi 7 Juni mendatangi desa itu dengan dalih operasi keamanan. Mereka menawarkan paket bantuan makanan kepada warga, namun warga desa dengan tegas menolak pemberian tersebut.
Selain itu, pasukan Israel juga menangkap seorang pemuda dari sebuah ladang di wilayah barat Desa Saida. Tidak berhenti di sana, tiga kendaraan militer Israel dilaporkan masuk ke Desa Umm al-Azam di kawasan tengah Quneitra.
Data dari otoritas media Quneitra mencatat, sepanjang bulan lalu Militer Israel telah 38 kali melakukan serangan ke wilayah tersebut. Mereka mendirikan 12 pos pemeriksaan, menggeledah 15 rumah warga, dan menangkap 8 warga Suriah.
Pergerakan militer Israel terpusat di wilayah selatan, tengah, dan utara Quneitra, mencakup sejumlah desa dan ladang seperti al-Rafid, Saida al-Jolan, Kodneh, Jbana al-Khashab, Tranjah, Ruwaineh, hingga al-Asheh.
Di tengah agresi yang terus berulang ini, kelompok pemberontak Suriah yang dipimpin Abu Muhammad al-Joulani justru memilih diam. Mereka bahkan disebut sedang melakukan perundingan langsung dengan pihak Israel melalui mediasi Amerika Serikat.
