Yaman: Iran Gagalkan Upaya Israel Paksakan Aturan ‘Serangan Tanpa Balasan’
POROS PERLAWANAN – Kementerian Luar Negeri Yaman di bawah Pemerintahan Sanaa menegaskan, respons Iran terhadap agresi Israel telah memperkuat semangat “kesatuan front-front” dan sekaligus menggagalkan upaya Tel Aviv untuk menciptakan perimbangan “serangan tanpa balasan” di Kawasan.
Diberitakan Fars, Kementerian Luar Negeri Yaman dalam statemen resminya menegaskan, perkembangan terbaru menunjukkan adanya koordinasi erat antara pasukan-pasukan Poros Perlawanan dalam menghadapi langkah-langkah Israel dan para pendukungnya.
Disebutkan pula bahwa “Poros Jihad, Perlawanan, dan al-Quds” terus menjaga komunikasi intensif untuk mengantisipasi setiap eskalasi atau perubahan situasi di Asia Barat.
Pernyataan itu menambahkan, era kebrutalan Rezim Zionis sudah berakhir. Israel, menurut Sanaa, hanya memahami bahasa kekuatan dan tidak segan menggunakan senjata terlarang, termasuk bom fosfor, dalam serangan-serangan yang menimbulkan korban sipil.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) melancarkan serangan balasan pada Minggu malam 7 Juni terhadap sejumlah basis Israel, menyusul serangan udara Tel Aviv ke wilayah selatan Beirut.
Beberapa jam sebelum ini, Juru Bicara Markas Besar Khatam al-Anbiya menegaskan, Angkatan Bersenjata Iran telah melancarkan aksi terhadap Musuh Zionis.
Ia menyebut Rezim Israel yang dianggap sebagai “penjajah” terus-menerus melanggar gencatan senjata dan meningkatkan serangan brutal terhadap rakyat Lebanon. Tindakan itu, menurutnya, dilakukan dengan dukungan penuh Amerika Serikat serta diamnya lembaga internasional.
Lebih jauh, ia menyatakan bahwa Israel menggunakan senjata terlarang, termasuk bom fosfor, sehingga telah melakukan kejahatan perang. “Rezim Zionis hanya memahami bahasa kekuatan, dan setiap agresi akan dibalas dengan tegas,” ujarnya.
