Wamenhan Yaman: Dalam Doktrin Militer, Israel adalah Musuh Utama Kami
POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, Wamenhan Yaman, Ali Muhammad al-Kahlani bicara soal berita hubungan Rezim Ali Abdullah Saleh dengan Israel. Ia menyatakan, di masa Ali Abdullah Saleh, Presiden dan para perwira militer mengambil langkah-langkah untuk menormalisasi hubungan dengan Rezim Zionis.
Dalam wawancara dengan al-Masirah tersebut, al-Kahlani menegaskan bahwa isu Palestina adalah proritas pertama rakyat Yaman. Ia berkata, ”Dalam doktrin militer kami sebagai Angkatan Bersenjata Yaman, musuh pertama kami adalah Rezim Israel.”
“Pertemuan-pertemuan para pejabat Rezim Abdullah Saleh dengan Israel berlangsung secara rahasia dan hanya untuk level-level tertentu,” paparnya.
Menurut al-Kahlani, Israel amat bernafsu untuk menjajah Yaman, dan mengincar Bab al-Mindab serta kepulauan Yaman.
“Presiden terdahulu Yaman berada di bawah perintah Dubes-dubes asing, terutama Dubes AS,” imbuh al-Kahlani.
“UEA dan Mesir adalah kanal-kanal perlintasan barang dan produk Israel untuk didistribusikan ke negara-negara Arab di Kawasan.”
Jubir Angkatan Bersenjata Yaman, Yahya Saree pada Minggu 4 Oktober malam menunjukkan dokumen-dokumen terkait kontak Abdullah Saleh dengan Israel.
“Dokumen dari Biro Keamanan Nasional Yaman di masa Abdullah Saleh menunjukkan, Bruce Kashdan selaku Penasihat Menlu Israel pada 14 Juli 2007 secara diam-diam mengunjungi Sanaa. Kunjungan ini berlangsung selama 2 hari,” beber Saree.
Menurutnya, dalam kunjungan itu Kashdan dan pejabat Yaman saat itu membicarakan sebuah kesepakatan, yang akan mengizinkan maskapai-maskapai Israel terbang di angkasa Yaman.
Jurnalis Israel, Jackie Hoogie me-repost statemen Saree dalam cuitan beruntun dan menyatakan, Kashdan saat ini sudah pensiun usai menuntaskan tugas di Kemenlu Israel.
Hoogie mengakui, dokumen yang ditunjukkan Saree “sangat valid dan kredibel”.
