Mantan Kepala CIA Sebut Produksi Drone AS Tak Sampai Sepersepuluh Ukraina
POROS PERLAWANAN – Mantan Direktur Central Intelligence Agency (CIA), David Petraeus mengungkapkan Ukraina kini menggunakan lebih dari 10.000 drone setiap hari dalam perang melawan Rusia. Menurutnya, skala penggunaan dan produksi pesawat nirawak Ukraina telah melampaui kapasitas Amerika Serikat.
Dalam pernyataannya pada Kamis 16 Juli, yang dilansir Farsnews Agency, Petraeus menyebut Ukraina memproduksi sekitar 3,5 juta drone sepanjang 2025, sementara produksi Amerika Serikat pada periode yang sama hanya mencapai sekitar 300.000 unit. Selisih tersebut menunjukkan kapasitas produksi drone AS masih kurang dari sepersepuluh Ukraina.
Petraeus menggambarkan angka tersebut sebagai sesuatu yang “luar biasa”, sekaligus mencerminkan perubahan besar dalam karakter peperangan modern yang semakin bergantung pada teknologi pesawat nirawak.
Perkembangan itu memperkuat pandangan sejumlah pengamat militer bahwa drone telah menjadi instrumen utama dalam perang asimetris. Dengan biaya produksi yang relatif rendah, pesawat nirawak dinilai mampu menghadapi sistem persenjataan bernilai tinggi milik militer konvensional sekaligus mengubah perhitungan strategis di medan tempur.
Berbagai analis juga menempatkan Iran, Lebanon, Yaman, dan Ukraina sebagai contoh negara maupun aktor yang berhasil mengembangkan kemampuan drone secara signifikan. Pengalaman mereka menunjukkan bahwa keunggulan teknologi nirawak tidak lagi ditentukan oleh besarnya anggaran pertahanan, melainkan oleh kemampuan memproduksi dan mengoperasikan drone dalam jumlah besar secara berkelanjutan.
Perang Rusia-Ukraina dalam beberapa tahun terakhir dinilai menjadi laboratorium utama bagi evolusi peperangan berbasis drone. Intensitas penggunaan pesawat nirawak untuk pengintaian, serangan presisi, hingga operasi kawanan (swarm) telah mendorong banyak negara meninjau kembali doktrin militernya dan mempercepat investasi di sektor tersebut.
