Iran Perluas Operasi Sa’eqah, Radar dan Sistem Patriot AS di Kuwait-Bahrain Jadi Sasaran
POROS PERLAWANAN – Angkatan Darat Republik Islam Iran mengumumkan pelaksanaan tahap kesepuluh Operasi Sa’eqah dengan melancarkan serangan pesawat nirawak terhadap sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain. Menurut laporan Fars News Agency pada Jumat 17 Juli, sasaran operasi meliputi jaringan radar, sistem pertahanan udara, serta infrastruktur pendukung operasi militer AS di kawasan Teluk.
Di saat yang hampir bersamaan, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan dimulainya gelombang baru serangan udara terhadap sejumlah sasaran di Iran. Mengutip Al Jazeera, operasi tersebut telah berlangsung selama lima malam berturut-turut dan diklaim bertujuan semakin melemahkan kemampuan Militer Iran.
Perkembangan ini menunjukkan meningkatnya eskalasi konfrontasi langsung antara Iran dan Amerika Serikat. Jika sebelumnya serangan lebih banyak berpusat di wilayah Iran, kini sasaran meluas ke jaringan pangkalan dan sistem pertahanan Amerika Serikat di kawasan Teluk, sehingga meningkatkan risiko meluasnya konflik regional.
Menurut Humas Angkatan Darat Iran, drone bunuh diri Arash menghantam sistem radar, baterai pertahanan udara Patriot, serta fasilitas penyimpanan bahan bakar di Pangkalan Udara Ali Al Salem, Kuwait. Sistem Patriot di pangkalan tersebut disebut berperan melindungi instalasi militer, pesawat angkut, dan pesawat nirawak MQ-9 Reaper.
Gelombang serangan berikutnya diklaim menyasar Situs Pertahanan Udara Pangkalan Sheikh Isa di Bahrain, termasuk sistem komunikasi militer, radar Super Hawk, serta instalasi pertahanan udara Patriot. Iran juga menyebut pangkalan tersebut merupakan salah satu pusat dukungan operasi udara Amerika Serikat di Kawasan dan mengeklaim serangan gabungan Angkatan Darat serta Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengakibatkan kerusakan signifikan.
Dari perspektif militer, pola operasi ini memperlihatkan perbedaan strategi kedua pihak. Amerika Serikat berupaya menekan kemampuan tempur Iran melalui serangan udara berkelanjutan, sementara Iran memprioritaskan sasaran bernilai strategis, seperti jaringan radar, pertahanan udara, dan fasilitas pendukung operasional. Pendekatan ini sejalan dengan doktrin yang menitikberatkan pelumpuhan pusat penghasil ancaman dibanding sekadar penghancuran alutsista.
Menutup pernyataannya, Angkatan Darat Iran menegaskan bahwa setiap ancaman dan tindakan agresif justru memperkuat tekad Militernya untuk mempertahankan kepentingan nasional. Pernyataan tersebut juga mengutip firman Allah Swt, “Asyiddā’u ‘alal-kuffār, ruhamā’u bainahum” (QS. Al-Fath:29), sebagai penegasan komitmen Iran untuk tetap teguh menghadapi setiap ancaman terhadap kedaulatan negaranya.
