Iran Sasar 2 Target AS yang Kurang Dikenal, Namun Vital di Kuwait dan Bahrain
POROS PERLAWANAN – Pangkalan al-Doha di Kuwait dan al-Rifa di Bahrain termasuk di antara pusat-pusat yang memberikan dukungan dan penempatan sistem pertahanan untuk membantu Militer teroris Amerika.
Menurut laporan Kantor Berita Fars, nama dua pangkalan al-Doha di Kuwait dan Pangkalan Udara al-Rifa di Bahrain, meskipun jarang dibahas di media, merupakan salah satu tempat terpenting yang digunakan oleh Militer teroris Amerika selama agresi ke Iran. Tentu saja, fakta bahwa kedua pangkalan ini kurang dikenal bukan berarti mereka luput dari pengawasan dan serangan Angkatan Bersenjata Iran.
Barak al-Doha di Kuwait telah menjadi salah satu pusat logistik terpenting bagi Militer AS di kawasan Asia Barat selama beberapa dekade terakhir; sebuah pangkalan yang memainkan peran penting dalam mendukung operasi militer AS, pemindahan pasukan, penyimpanan peralatan, dan pengelolaan pergerakan senjata serta fasilitas militer di kawasan tersebut.
Barak ini, yang terletak di sebelah barat Kota Kuwait di sebuah semenanjung kecil di Teluk Kuwait, pada awalnya merupakan kompleks industri besar yang mencakup gudang-gudang yang luas. Namun, Militer AS menggunakannya pada tahun 1998 untuk mendukung operasi militer besar dan mengubahnya menjadi pusat militer dan logistik. Barak al-Doha menjadi salah satu pusat utama kehadiran Militer AS di Timur Tengah pada tahun-tahun setelah Perang Teluk 1991 melawan Irak dan juga setelah pendudukan Irak pada tahun 2003. Pangkalan ini juga merupakan salah satu jalur penting bagi pasukan AS dan NATO selama pemindahan pasukan ke Afghanistan.
Pada puncak aktivitasnya, lebih dari 2.000 personel militer dan sipil ditempatkan di barak ini. Ribuan personel lainnya melewati pangkalan ini pada berbagai kesempatan. Selain peran logistiknya, Barak al-Doha juga digunakan sebagai pusat komando dan tempat penyimpanan peralatan untuk pasukan darat AS di kawasan tersebut.
Meskipun memiliki kepentingan strategis, Militer AS mengumumkan pada April 2005 bahwa mereka bermaksud untuk menutupnya. Berdasarkan rencana yang diumumkan, pasukan yang ditempatkan di pusat ini dipindahkan ke dua pangkalan lain, yaitu Barak Buehring dan Barak Arifjan. Pangkalan ini pun secara resmi ditutup pada tahun 2006.
Namun, perkembangan militer terkini di Kawasan menunjukkan bahwa Amerika sekali lagi memberikan perhatian khusus pada pangkalan ini. Berdasarkan beberapa laporan, Washington, selama perkembangan terkini, termasuk “Perang Ramadan”, kembali memanfaatkan kapasitas pangkalan ini; terutama setelah sejumlah pangkalan Amerika di Kawasan menjadi target serangan.
Dalam kerangka ini, Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran kemarin, pada tahap ke-21 Operasi Petir (Saegheh), menargetkan unit-unit Militer teroris AS di Barak al-Doha, Kuwait, dengan serangan pesawat tak berawak.
Barak al-Doha, mengingat lokasi geografisnya yang dekat dengan Teluk Persia dan peran historisnya dalam mendukung operasi AS, masih dianggap sebagai salah satu titik penting dalam jaringan militer Washington di Asia Barat; sebuah isu yang, di bawah bayang-bayang meningkatnya ketegangan regional, sekali lagi menjadikan pangkalan ini sebagai salah satu pusat perhatian dalam perkembangan keamanan Timur Tengah.
Pangkalan Udara al-Rifa Bahrain: Markas Helikopter dan Dukungan Militer Penting Amerika di Teluk Persia
Pangkalan Udara al-Rifa di Bahrain adalah salah satu fasilitas militer terpenting di negara tersebut, yang penting baik dari segi operasional bagi Angkatan Udara Kerajaan Bahrain maupun sebagai bagian dari kehadiran Militer AS di kawasan Teluk Persia. Karena posisinya yang strategis, penempatan berbagai unit helikopter, dan adanya sistem pertahanan udara, pangkalan ini memiliki posisi khusus dalam struktur militer Kawasan. Pentingnya hal ini telah menarik perhatian Angkatan Bersenjata Iran dan telah menjadi target serangan drone dan rudal oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) dan Militer Iran dalam beberapa kesempatan.
Dua hari lalu, IRGC juga mengumumkan bahwa sistem pertahanan udara Patriot milik AS di al-Rifa, Bahrain, menjadi sasaran serangan rudal dan drone secara bersamaan dan hancur.
Pangkalan Udara al-Rifa adalah pangkalan milik Angkatan Udara Kerajaan Bahrain yang beroperasi dengan ID BH0002, dan pasukan Amerika juga hadir di sana. Pangkalan ini terletak di tenggara kota al-Rifa, di Kegubernuran Selatan Bahrain, dan berjarak sekitar 3,2 kilometer dari kota tersebut. Selain itu, jaraknya dari pantai Teluk Persia sekitar 5,5 kilometer.
Citra satelit yang dirilis dari pangkalan ini menunjukkan kerusakan signifikan pada sistem pertahanan MIM-104 Patriot dan dua bungker yang diperkuat di area ini.
Poin penting lainnya adalah bahwa warga Bahrain telah melaporkan bahwa rudal pertahanan, yang ditembakkan dari pangkalan ini untuk melawan drone dan rudal Iran, telah berulang kali jatuh di Pulau Sitra dan menimpa rumah-rumah warga, yang menyebabkan kerusakan materi dan korban jiwa.
Abbas al-Omran, seorang aktivis Bahrain, menulis di halaman X (Twitter)-nya mengenai hal ini: “Kementerian Dalam Negeri selalu mengeklaim bahwa rudal dan drone Iran telah menghantam rumah warga. Tetapi sisa-sisa rudal yang ditemukan di tempat kejadian dengan jelas menunjukkan bahwa itu adalah rudal Patriot.”
