Hamas: Panglima Izzuddin al-Qassam, al-Dhaif ‘Punya Sesuatu’ untuk Perang Mendatang versus Israel
POROS PERLAWANAN – Media-media Palestina mengabarkan, sejumlah titik di perbatasan Gaza pada malam ke-6 kembali menjadi ajang kebangkitan rakyat yang disebut “Amarah Malam”.
Amarah Malam adalah serangkaian aksi warga Palestina sebagai respons atas tindakan-tindakan Rezim Israel dan pemukim Zionis. Tujuan Amarah Malam adalah menghilangkan rasa aman dari orang-orang Zionis.
Dilansir Fars, dalam Amarah Malam ini warga Palestina melakukan aksi-aksi seperti membakar ban, melemparkan benda-benda berapi dan sejenisnya ke arah orang-orang Zionis, dan memutar lagu-lagu nasional atau lokal melalui pengeras suara.
Cara ini digunakan pertama kali dalam unjuk rasa damai al-Awdah (Kepulangan) di perbatasan Gaza pada 20 Maret 2018 lalu. Setelah itu, warga Palestina di Tepi Barat terinspirasi oleh aksi tersebut dan melakukan hal serupa untuk melawan Rezim Zionis.
Hingga kini, sedikitnya dua pemuda Palestina gugur oleh tembakan Tentara Israel. Dalam aksi Kamis malam lalu, 15 warga Palestina, termasuk 5 anak, terluka di kawasan timur Gaza, dan 5 orang dari mereka terkena langsung tembakan peluru tajam Tentara Israel.
Salah satu pemimpin para pemuda revolusioner Gaza, Abu Sajid mengatakan kepada al-Akhbar, ”Semua layanan yang kabarnya diberikan para penjajah kepada Gaza, sama sekali tidak menumbuhkan daging di tubuh, juga tidak menghilangkan rasa lapar.”
“Tuntutan kami jelas. Kami ingin agar blokade Gaza dicabut sepenuhnya dan kehidupan kami kembali seperti sebelum tahun 2005 atau lebih baik dari itu,” lanjutnya.
Al-Akhbar juga menukil pernyataan Ketua Kantor Politik Hamas di Gaza, Yahya al-Sinwar. Ia berkata, ”Gaza sudah lama tidak melihat saya. Saya katakan (kepada mereka) bahwa alhamdulillah saya baik-baik saja.”
Al-Sinwar juga menyinggung tentang Muhammad al-Dhaif, Panglima Izzuddin al-Qassam (sayap militer Hamas). Menurutnya, Abu al-Dhaif “punya sesuatu” untuk perang mendatang dan Gaza akan siap untuk itu.
Rezim Zionis sudah berulangkali menyusun rencana untuk meneror al-Dhaif, namun semuanya gagal. Hingga saat ini, Israel bahkan belum mendapatkan foto baru pejuang Palestina itu.
