Abbas Moqtadaei: Israel Akan Menanggung Konsekuensi atas Serangan ke Beirut
POROS PERLAWANAN — Wakil Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Abbas Moqtadaei, menyatakan Israel akan menghadapi konsekuensi atas serangan yang dilancarkannya ke kawasan Dahiyeh di Beirut, Lebanon.
Mengutip laporan Kantor Berita Mehr pada Senin (8/6/2026), Moqtadaei menegaskan bahwa serangan tersebut merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan menurut prinsip kemanusiaan, hukum, maupun hukum internasional.
“Analisis yang realistis dan akurat dalam situasi saat ini adalah bahwa rezim Zionis akan menerima hukuman atas tindakan-tindakan tersebut,” kata Moqtadaei kepada Mehr.
Menurutnya, peringatan yang dikeluarkan otoritas Israel kepada warga di wilayah utara Palestina pendudukan untuk bersiap menghadapi kemungkinan serangan balasan menunjukkan adanya kekhawatiran di internal Israel.
Ia menilai langkah tersebut bertolak belakang dengan upaya Israel untuk menampilkan diri sebagai pihak yang berada pada posisi kuat. Moqtadaei juga menyinggung laporan yang menyebut serangan itu dilakukan dengan sepengetahuan dan koordinasi Amerika Serikat.
Politikus yang mewakili Isfahan di Parlemen Iran itu mengatakan serangan-serangan yang dilakukan Israel saat ini lebih mencerminkan tekanan yang dihadapinya daripada menunjukkan kekuatan.
“Semakin mereka berupaya dan bergerak, semakin dalam pula mereka terjerumus ke dalam berbagai persoalan yang dihadapi,” ujarnya.
Moqtadaei menegaskan bahwa sikap Iran terhadap Lebanon tetap tidak berubah dan akan terus berlandaskan pada pendekatan yang selama ini ditempuh Teheran dalam menghadapi Israel.
Ia menambahkan bahwa perkembangan situasi di Lebanon masih perlu dicermati dalam beberapa hari dan pekan mendatang. Namun, menurutnya, penilaian yang paling tepat saat ini adalah bahwa Israel pada akhirnya akan menghadapi konsekuensi atas serangan yang dilakukannya.
