Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Agresi Israel di Lebanon Selatan: Luka Lama yang Terus Dirusak Ulang

POROS PERLAWANAN — Agresi udara Israel kembali mengguncang Lebanon Selatan. Kali ini, serangan pesawat tak berawak menargetkan sebuah sepeda motor di daerah Qalila, dekat kota Tyre, dan menewaskan satu warga. Hanya berselang sehari, serangan serupa juga menghantam sebuah mobil di Harouf, wilayah Nabatieh, dengan korban jiwa kembali berjatuhan.

Mengutip Jaringan Al-Masirah pada Minggu 26 Oktober, serangkaian serangan ini bukan insiden tunggal, melainkan bagian dari pola agresi sistematis yang dijalankan Rezim Zionis terhadap wilayah Perlawanan. Lebanon Selatan kembali menjadi panggung pelanggaran terang-terangan atas kedaulatan nasional dan perjanjian gencatan senjata, sebuah tindakan yang tampaknya telah menjadi kebiasaan harian bagi rezim yang hidup dari konflik.

Lebih dari bentuk aksi militer, serangan-serangan ini mengandung pesan politik yang jelas, yaitu upaya untuk mengguncang Poros Perlawanan dan menguji kesabaran Lebanon di tengah ketegangan regional yang meningkat. Namun, sejarah telah berulang kali membuktikan bahwa tekanan militer tidak pernah mampu mematahkan semangat bangsa yang telah terbiasa menghadapi penjajahan dan agresi.

Dalam serangan beberapa hari lalu di wilayah Al-Musileh, lebih dari 300 unit peralatan konstruksi, termasuk buldoser dan ekskavator hancur. Kehancuran infrastruktur sipil ini menunjukkan bahwa sasaran Israel bukan hanya kekuatan bersenjata, melainkan juga urat nadi kehidupan rakyat. Serangan terhadap jalan, mesin, dan fasilitas umum adalah bentuk teror ekonomi yang disamarkan sebagai operasi militer.

Agresi semacam ini menegaskan kembali watak kolonial dan destruktif Rezim Zionis: sebuah entitas yang hanya bisa mempertahankan keberadaannya dengan menciptakan ketakutan. Namun, seperti halnya pada perang-perang sebelumnya, keteguhan Poros Perlawanan justru tumbuh di atas reruntuhan yang mereka tinggalkan.

Tags: