Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Aksi Pompeo Sok ‘Kuliahi’ Negara Lain Soal Demokrasi, Dicap Senator Demokrat ‘Lagak Si Munafik Tak Bermartabat’

Aksi Pompeo Sok ‘Kuliahi' Negara Lain Soal Demokrasi, Dicap Senator Demokrat 'Lagak Si Munafik Tak Bermartabat'

POROS PERLAWANAN – Senator Demokrat dari Negara Bagian Wermount, Bernie Sanders mengkritik statemen Menlu AS Mike Pompeo, yang menyatakan bahwa kekuasaan akan kembali ke tangan Donald Trump.

Dilansir Fars, Pompeo pada hari Selasa 10 November ditanya apakah Kemenlu AS telah menghubungi Tim Transisi Kekuasaan Joe Biden. Ia menjawab, ”Kekuasaan akan kembali dengan tenang ke Pemerintahan Kedua Trump.”

Menanggapi statemen pongah Pompeo, Sanders melalui akun Twitter-nya menulis, ”Tidak, Mr. Pompeo! Tidak ada perpindahan kekuasaan ke Pemerintahan Kedua Trump. Kompetisi ini sudah berakhir dan Joe Biden akan menjadi Presiden mendatang kita. Bagaimana bisa engkau menasihati negara-negara lain untuk menghormati demokrasi dan suara rakyat mereka, tapi kau sendiri tidak punya martabat untuk melakukannya?”

Pilpres AS telah berlangsung pada 3 November lalu. Associated Press memperkirakan bahwa hingga saat berita ini diturunkan, Biden memperoleh 290 suara elektoral, sementara Trump mendapatkan 217 suara elektoral.

Berdasarkan UU AS, tiap kandidat yang bisa meraih 270 suara elektoral dinyatakan sebagai pemenang dan berhak memasuki Gedung Putih.

Di lain pihak, Trump masih belum mau mengakui kekalahannya. Dalam cuitan terbarunya, Trump mengklaim bahwa sistem pemungutan suara yang digunakan di banyak negara bagian, telah menghapus ratusan ribu suara untuknya, atau mencatatkan suara itu untuk Biden.

Padahal, sekutu dekat Trump, seperti PM Inggris Boris Johnson, secara jelas menilai Biden sebagai pemenang dan menyebut Trump sebagai “mantan Presiden”.

Dalam sidang Parlemen Inggris Rabu lalu, Johnson ditanya seorang legislator apakah ia punya saran bagi Trump yang enggan menerima hasil Pilpres. Ia menjawab, ”Saya memiliki hubungan baik dengan mantan Presiden AS, dan saya tidak menyesalinya. Semua Perdana Menteri Inggris bertugas untuk menjalin hubungan baik dengan Gedung Putih.”

Tags: