Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Sayyid Hasan Nasrullah Janji ‘Balas Keras dan Segera’ Tiap Agresi Bodoh Israel

Sayyid Hasan Nasrullah Janji 'Balas Keras dan Segera' Tiap Agresi Bodoh Israel

POROS PERLAWANAN – Sekjen Hizbullah, Sayyid Hasan Nasrullah pada Rabu 11 November malam menyampaikan pidato pada peringatan Hari Syahid Hizbullah.

Hari Syahid adalah hari ketika seorang pejuang Lebanon bernama Ahmad Qashir melancarkan serangan bom terhadap Militer Israel di kota Shur pada tahun 1982, yang menewaskan 141 serdadu Zionis.

“Kita masih ingat wajah pucat dan putus asa Ariel Sharon 38 tahun lalu pada hari seperti ini, saat ia berdiri di atas puing-puing gedung Militer Israel,” kata Sayyid Nasrullah, seperti dilansir Fars.

Dalam kelanjutan pidatonya, ia menegaskan bahwa Hizbullah sejak awal tidak ikut campur dalam penentuan perbatasan Lebanon-Israel, sebab ini adalah tanggung jawab Pemerintah Beirut.

“Hizbullah berkomitmen terhadap apa yang telah ditentukan Pemerintah dalam penentuan perbatasan. Hizbullah akan membantu Tentara untuk membebaskan kawasan-kawasan Lebanon yang masih dijajah,” tandasnya.

Menurutnya, ada sebagian pihak yang berusaha mengaitkan negosiasi perbatasan sebagai awal perundingan untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. Sayyid Nasrullah menegaskan bahwa statemen-statemen semacam ini tidak ada nilainya sama sekali.

“Tujuan dari klaim bahwa Hizbullah ingin menormalisasi hubungan (dengan Israel) adalah pengelabuan atas tren normalisasi yang dilakukan sebagian negara-negara Arab,” kata Sayyid Nasrullah.

Sekjen Hizbullah menanggapi proyek pertahanan yang disusun Israel untuk kawasan Galilea pada tahun 2017 dan 2020. Hal ini, kata Sayyid Nasrullah, menunjukkan bahwa Poros Perlawanan Lebanon telah memukul mundur Israel dari posisi ofensif ke defensif.

“Para pejuang telah mengantarkan Lebanon ke tahap yang mengubah pandangan Israel terhadap negara ini. Israel kini takut untuk menyerang Lebanon,” tandasnya.

Ia menilai, latihan militer yang terus dilakukan Tentara Zionis di utara Israel di tengah pandemi Corona adalah pertanda krisis nyata di tubuh Angkatan Darat Israel.

“Kita tidak meremehkan Angkatan Udara Israel… Setiap perkembangan di bidang Angkatan Udara pasti akan diserahkan AS kepada Israel. Namun ini tidak berarti kita tak bisa berbuat apa-apa. Perang Yaman, yang akan memasuki tahun ke-7, membuktikan bahwa Angkatan Udara bukan faktor penentu (kemenangan),” papar Sayyid Nasrullah.

Ia menandaskan, Hizbullah selalu siap siaga dan jarinya berada di atas pelatuk senapan. Setiap aksi bodoh dari Israel akan segera dibalas dengan keras oleh Hizbullah.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *