Al Akhbar: Dana Rp260 Triliun untuk Gaza Dialihkan Trump ke Israel
POROS PERLAWANAN — Harian Lebanon Al Akhbar pada Kamis 16 April melaporkan adanya pengalihan dana sekitar US$17 miliar yang semula dialokasikan untuk Jalur Gaza ke pihak Israel pada masa Pemerintahan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Dalam laporannya, Al Akhbar menyebut pengalihan dana terjadi di tengah eskalasi ketegangan regional sejak akhir Februari yang melibatkan AS, Israel, dan Iran. Media itu mengutip sumber yang disebut mengetahui mekanisme internal pengelolaan bantuan.
Nickolay Mladenov, yang disebut sebagai Perwakilan Tinggi Dewan Perdamaian bentukan Pemerintah AS, menyampaikan kepada Komite Administratif Gaza bahwa dana bantuan yang dikelola lembaga itu telah habis. Laporan yang sama menyebut dana yang semula dialokasikan untuk rekonstruksi Gaza dialihkan Trump ke pihak Israel.
Al Akhbar juga melaporkan bahwa dalam forum di Davos pada Januari, Ketua Komite Ali Shaath menerima komitmen bantuan bagi sekitar 350.000 keluarga di Gaza. Komitmen itu mencakup bantuan tunai sebesar US$500 untuk tokoh masyarakat setempat serta rencana penyediaan 20.000 unit hunian sementara.
Namun, menurut laporan tersebut, bantuan yang dijanjikan belum terealisasi. Mladenov disebut menyampaikan alasan keterbatasan sumber daya dan belum adanya kerangka kerja yang menyeluruh. Pernyataan ini belum dapat dikonfirmasi secara independen.
Laporan itu juga menyebut adanya komunikasi antara Shaath dan mantan Perdana Menteri Inggris, Tony Blair sebelum pertemuan dengan Mladenov. Blair, menurut sumber yang dikutip, menyarankan agar fokus diarahkan pada aspek kemanusiaan dan menghindari aktivitas politik.
Dalam perkembangan berikutnya, Al Akhbar melaporkan Mladenov meminta Komite tidak menyampaikan sikap terkait situasi Gaza, termasuk isu kemanusiaan, serta menghentikan aktivitas operasional di wilayah tersebut. Tidak ada konfirmasi langsung dari pihak-pihak yang disebut mengenai hal ini.
Al Akhbar menggambarkan adanya kebuntuan di internal komite dan dorongan dari sejumlah faksi Palestina agar Ali Shaath kembali ke Gaza. Keputusan itu, menurut laporan yang sama, masih menunggu arahan lebih lanjut.
