Al-Jolani: Saya Tidak akan Mengizinkan Suriah Menjadi Basis Serangan terhadap Israel
POROS PERLAWANAN – Pemimpin kelompok bersenjata Suriah, Abu Muhammad Al-Jolani, menegaskan bahwa ia tidak akan membiarkan Suriah dijadikan basis untuk menyerang Israel. Pernyataan ini disampaikan dalam wawancara dengan surat kabar Inggris, The Times, pada Senin 16 Desember.
“Saya tidak akan pernah mengizinkan Suriah menjadi tempat untuk melancarkan serangan terhadap Israel,” kata Al-Jolani dalam wawancara tersebut.
Sebelumnya, ketika ditanya mengenai serangan udara besar-besaran Israel ke Suriah dan pendudukan sebagian wilayah negara tersebut, Al-Jolani menyatakan bahwa ia tidak menginginkan perang baru.
Israel Tingkatkan Serangan Setelah Jatuhnya Pemerintahan Assad
Setelah jatuhnya Pemerintahan Bashar Al-Assad, Israel telah melakukan lebih dari 400 serangan udara yang menghancurkan seluruh infrastruktur pertahanan dan militer Suriah. Serangan-serangan ini memungkinkan Israel maju hingga mendekati Ibu Kota Suriah, Damaskus.
Namun, hingga saat ini, kelompok teroris Suriah belum mengambil tindakan apapun terhadap Israel. Bahkan, mereka tidak pernah melepaskan satu tembakan pun ke arah tank atau kendaraan lapis baja milik pasukan Israel yang mendekati wilayah mereka.
Pernyataan dan sikap Al-Jolani ini menunjukkan bahwa fokus utama kelompok teroris bersenjata adalah konflik internal di Suriah, sementara mereka lebih menghindari konfrontasi langsung dengan Israel, meskipun Zionis terus melakukan serangan dan pendudukan di wilayah Suriah.
