Al-Kaabi: Perlawanan Belum Unjuk Gigi Maksimal, Tapi Musuh Sudah Kewalahan
POROS PERLAWANAN – Sekjen Gerakan al-Nujaba Irak, Syekh Akram al-Kaabi menyatakan, meski Front Perlawanan hanya baru memanfaatkan sebagian kecil dari kapasitasnya, hegemoni musuh di Kawasan telah berhasil dilumpuhkan.
“Di saat kalian menjatuhkan bom-bom berat kalian ke atas para wanita dan anak-anak Muslim, persenjataan Perlawanan, dengan menggunakan senjata-senjata sederhana, telah menantang hegemoni kalian di Selat Hormuz dan menghilangkan zona aman kalian,” cuit al-Kaabi di X, Fars memberitakan.
“Meskipun Iran telah dikepung selama puluhan tahun, kalian gagal membuat Republik Islam Iran menyerah dalam jangka waktu yang kalian tetapkan untuk operasi perang kalian. Kalian juga gagal mencapai tujuan apa pun yang kalian umumkan pada awal perang setan kalian.”
“Lalu apa yang akan kalian lakukan jika Poros Perlawanan menggunakan kartu-kartu regional lainnya?” pungkas al-Kaabi.
Trump Akui Salah Perhitungan
Presiden Amerika Serikat, yang telah mengalami kekalahan di berbagai bidang dalam perang yang dipaksakan terhadap Republik Islam Iran, sekali lagi mengeluhkan penolakan negara-negara anggota NATO untuk bergabung dalam perang ini.
Pada Kamis dini hari, dalam pidato di Gedung Putih, Donald Trump, mengungkit miliaran Dolar yang disalurkan negaranya sebagai bantuan kepada negara-negara anggota NATO. Ia mengatakan bahwa mereka telah meninggalkan Washington saat negara itu membutuhkan bantuan.
“Kita menghabiskan triliunan Dolar untuk NATO, dan ketika kita membutuhkan mereka—yang tentu saja tidak pernah terjadi—mereka tidak membantu kita,” ujarnya.
“Kita memiliki sekutu yang sangat buruk di NATO. Mereka hanyalah macan kertas.”
Sembari mengeklaim bahwa perang yang dipaksakan terhadap Iran hampir berakhir, Trump mengakui kesalahan perhitungannya dengan mengatakan, “Prediksi saya adalah perang akan berakhir dalam 3 hari! Kita hanya perlu memberikan beberapa pukulan lagi.”
