Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Al-Masirah: Dokumen dan Komponen Bom Penghancur Bunker Amerika Telah Ditransfer Hizbullah ke Iran

POROS PERLAWANAN — Sejumlah sumber media Kawasan melaporkan bahwa Hizbullah Lebanon telah menyerahkan dokumen berupa gambar dan komponen bom Amerika seri GBU-39B kepada Iran. Teheran disebut bermaksud mengintegrasikan kemampuan penetrasi dan sistem pemandu bom tersebut ke dalam beberapa rudal hipersoniknya dari jenis Fatah.

Menurut Kayhan pada Minggu 7 Desember, jaringan Al-Masirah—yang berafiliasi dengan Gerakan Ansharullah Yaman—mengungkapkan bahwa setelah upaya pertama pembunuhan terhadap Komandan Hizbullah, Haitsam al-Thabathabai, oleh Israel beberapa bulan lalu gagal, sebuah bom pintar berdiameter kecil GBU-39B yang tidak meledak segera difoto, dinetralkan, dan komponen elektronik vitalnya dikirim ke Iran untuk direkayasa balik oleh unit keamanan Hizbullah. Langkah ini memicu kemarahan Washington, yang kemudian menuntut agar sisa fisik bom tersebut dikembalikan dari Lebanon.

Pada Juni 2024, Amerika Serikat juga menyerang salah satu fasilitas nuklir Iran menggunakan bom penghancur bunker ultra-berat GBU-57, “Mother of All Bombs” yang memiliki bobot 13 ton. Salah satu bom tersebut gagal berfungsi dan jatuh ke tangan para spesialis Kementerian Pertahanan Iran. Teheran dikonfirmasi telah berhasil merekayasa balik bom raksasa ini. Namun, meskipun Iran mampu menggandakan GBU-57, bobotnya yang sangat besar membatasi fleksibilitas operasional. Sebaliknya, keberhasilan Hizbullah memperoleh bom GBU-39B yang jauh lebih ringan, sekitar 100 kilogram, dinilai jauh lebih strategis bagi doktrin persenjataan rudal Iran.

Al-Masirah menambahkan bahwa Iran berencana memasang teknologi penetrator dan sistem pemandu GBU-39B pada hulu ledak rudal balistiknya. Insinyur Militernya disebut telah berhasil merancang hulu ledak yang menyerupai GBU-57 dan dapat dipasang pada rudal hipersonik/balistik Fatah dengan jangkauan 1.400 kilometer.

Pengembangan versi yang lebih maju untuk rudal Khorramshahr-4 dengan jangkauan 2.000 kilometer juga dilaporkan berlangsung. Uji lapangan menunjukkan bahwa hulu ledak buatan Iran saat ini mampu menembus sedikitnya 20 meter beton bertulang dan struktur bawah tanah, meskipun versi asli Amerika dapat mencapai penetrasi hingga 60 meter.

Sebelumnya, surat kabar Haaretz melaporkan bahwa Iran telah menguasai teknologi rudal penghancur bunker generasi baru yang mampu menembus beton bertulang hingga kedalaman 10 meter.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *