Loading

Ketik untuk mencari

Irak

Aliansi Fath Irak: Tekan Baghdad Pertahankan Pasukan Asing, Intelijen Internasional Bantu ISIS Tingkatkan Serangan

Aliansi Fath Irak: Tekan Baghdad Pertahankan Pasukan Asing, Intelijen Internasional Bantu ISIS Tingkatkan Serangan

POROS PERLAWANAN – Seorang anggota senior Aliansi Fath, Ghadanfar al-Bittikh menanggapi bertambahnya serangan anasir ISIS di wilayah Irak baru-baru ini.

Dilansir Fars, al-Bittikh dalam wawancara dengan Baghdad al-Youm mengatakan, ”Meningkatnya serangan kelompok teroris ISIS dan pergerakan anasir teroris berhubungan dengan upaya-upaya intelijen internasional. Tujuan pergerakan ini adalah menekan Pemerintah Irak. Hal ini mengandung banyak pesan politik dan keamanan. Dari sisi lain, hal ini juga mengisyaratkan sebuah celah di tatanan keamanan negara Irak.”

“Tujuan dari upaya-upaya intelijen internasional ini adalah menyeret Irak menuju sebuah proyek tertentu di Kawasan. Maksud di baliknya adalah agar kelompok teroris ISIS tetap berada di Irak, sehingga butuh keberadaan pasukan asing untuk menumpas keberadaannya,” imbuh al-Bittikh.

“Sebab itu, kami meyakini bahwa bertambahnya intensitas serangan ISIS, yang bisa dikatakan terjadi hampir tiap hari, bertujuan untuk mempertahankan eksistensi pasukan asing di Irak,” pungkasnya.

Dalam tempo 24 jam lalu, kawasan-kawasan di utara, barat, dan tengah Irak menjadi saksi tewasnya sekitar 20 personel militer negara tersebut.

Berdasarkan laporan dari sumber-sumber Kurdi, Pasukan Peshmarga pada Sabtu dini hari kemarin mendapat serangan dari anasir teroris ISIS di Provinsi Nineveh. Menurut laporan terakhir, 8 serdadu Pasukan Peshmarga tewas dan dua lainnya terluka.

Sumber-sumber Irak juga mengabarkan, ledakan dua bom di kawasan Tharimiyah di utara Baghdad telah menewaskan 10 serdadu Irak. Pusat Informasi Keamanan Irak menyebut ledakan itu sebagai aksi teroris.

Ledakan bom juga terjadi kemarin di Provinsi al-Anbar (barat Irak). Dua tentara Irak dikabarkan tewas akibat ledakan tersebut.

Setelah Peshmarga menjadi target serangan ISIS, Perdana Menteri Kurdistan Irak Masoud Barzani berdalih bahwa keberadaan pasukan internasional di Irak harus dipertahankan.

Tags: