Aljazair Tegaskan Hak Suriah Ambil Alih Kembali Golan
POROS PERLAWANAN – Kemenlu Aljazair pada Rabu dini hari 11 Desember mengecam keras pelanggaran kedaulatan Suriah, juga pendudukan kawasan Golan oleh Rezim Zionis.
“Rezim Zionis berusaha memaksakan realita baru yang sejalan dengan kebijakan ekspansif dan proyek pembangunan pemukiman Israel,” tegas Kemenlu Aljazair dalam statemennya, dikutip Fars dari al-Jazeera.
“Kami mengutuk serangan berulang Militer Israel atas fasilitas dan lembaga-lembaga Suriah, yang terus meningkat akhir-akhir ini.”
“Kami mendeklarasikan sikap tegas kami dalam mendukung kesatuan, keutuhan wilayah, dan hak Suriah untuk mengambilk alih kembali Golan Yang Diduduki.”
“Kami meminta dari masyarakat internasional untuk mengambil sikap seragam yang menjaga keamanan, stabilitas, dan keutuhan teritorial Suriah,” pungkas Kemenlu Aljazair.
Sementara itu, al-Alam melaporkan bahwa kawasan penghalang di Golan dan kawasan-kawasan yang dikontrol Suriah telah diduduki sepenuhnya oleh Israel. Laporan-laporan menyebutkan, tank-tank Israel telah melintasi kota Qunaitera di selatan Suriah. Kini tank-tank tersebut hanya berjarak kurang dari puluhan kilometer dari Damaskus dan sekitarnya.
Terbetik berita bahwa helikopter-helikopter AS-Israel telah mendarat di beberapa titik di pegunungan Qalamoun di sekitar Damaskus. Para serdadu Israel yang bekerja sama dengan AS telah memasuki pangkalan-pangkalan militer Suriah.
Di saat bersamaan, jet-jet Israel melancarkan ratusan serangan ke wilayah Suriah. Serangan-serangan udara tersebut menargetkan fasilitas militer dan strategis Suriah di berbagai kawasan. Radio Militer Israel menyebut operasi itu sebagai salah satu serangan terbesar yang dilancarkan Angkatan Udara Israel.
Agresi-agresi Rezim Zionis ini menunjukkan strategi Tel Aviv dalam mengambil keuntungan dari peluang-peluang terpendam di perkembangan terakhir Suriah. Ini terjadi di saat masyarakat internasional hanya menonton agresi-agresi tersebut. Mereka takut mengecam dan tidak mengambil langkah-langkah preventif nyata, sehingga menyebabkan kelompok-kelompok teroris merebut kekuasaan di Suriah.
