Loading

Ketik untuk mencari

Amerika Irak

Analis: Meski Terbukti Gagal, AS Ingin Keluar dari Irak Tanpa Terkesan sebagai Pecundang

Analis: Meski Terbukti Gagal, AS Ingin Keluar dari Irak Tanpa Terkesan sebagai Pecundang

POROS PERLAWANAN – Kepala Divisi Irak di Institut Dewan Atlantik, Abbas Kadhim mengomentari gencatan senjata antara Tentara AS dan Poros Perlawanan Irak. Dia berpendapat, AS berusaha untuk tidak meninggalkan kesan sebagai pecundang di Irak.

“Mereka (Tentara AS) tidak ingin menunjukkan bahwa mereka gagal di Irak dan telah diusir dari sana,” kata Kadhim kepada Christian Science Monitor, seperti dilansir Fars.

Menurut situs analisis AS ini, Donald Trump dari satu sisi berniat menamatkan “perang tiada akhir AS” di Irak, Suriah, dan Afghanistan. Namun dari sisi lain, ia mengajukan syarat-syarat, yang ia tentukan sendiri, terkait keluarnya Tentara AS dari negara-negara tersebut.

Profesor Toby Dodge, dosen di Universitas Ekonomi London dan pakar masalah Iran, menilai bahwa teror terhadap Jenderal Qassem Soleimani dan Abu Mahdi al-Muhandis adalah puncak ketololan Trump.

“Tindakan ini gagal mewujudkan impian untuk mengembalikan pencegahan strategis. Teror ini gagal mengubah perimbangan (kekuatan). Jejak orang-orang AS (di Irak) pun kian memudar,” kata Dodge.

Mantan Dubes AS untuk Irak, Ryan Crocker juga menanggapi kehebohan soal rencana penutupan Kedubes AS di Baghdad. Crocker menegaskan, AS mesti bertahan di Ibu Kota Irak. Ia menyarankan Washington untuk menerapkan “kesabaran strategis” terkait masalah ini dan dukungan kepada PM Irak, Mustafa al-Kadhimi.

Dalam beberapa hari terakhir, sejumlah pihak menggulirkan wacana penutupan Kedubes AS di Baghdad, yang bertujuan untuk menekan Pemerintah Irak guna mengontrol sentimen anti-AS di negara tersebut. Pihak-pihak ini juga terus menggaungkan potensi “serangan AS terhadap Poros Perlawanan Irak”, dengan dalih adanya serangan-serangan roket ke Zona Hijau.

Menlu AS Mike Pompeo pada hari Rabu 14 Oktober lalu mengaku puas atas pengaturan keamanan al-Kadhimi di Zona Hijau Baghdad. Ia menyebutnya sebagai langkah untuk melindungi Kedubes AS.

Tags: