Loading

Ketik untuk mencari

Asia Barat

Analis Qatar Kritik Respons Lemah Negara Arab terhadap Serangan AS-Israel ke Iran

POROS PERLAWANAN — Profesor ilmu politik dari Universitas Qatar, Mohammed Al-Mesfer mengkritik lemahnya respons negara-negara Arab terhadap serangan Militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran.

Dalam wawancara dengan Al Jazeera Mubasher pada Sabtu 27 Maret, Al-Mesfer menilai banyak Pemerintah Arab tidak menunjukkan sikap tegas meski konflik terus meningkat.

“Banyak negara Arab tidak mengeluarkan pernyataan yang jelas dan tegas tentang serangan tersebut.”

Dia menilai sikap tersebut memunculkan pertanyaan serius sekaitan dengan independensi pengambilan keputusan di Kawasan, sekaligus mencerminkan kehati-hatian berlebihan dalam menghadapi Israel.

Al-Mesfer menekankan posisi resmi negara-negara Arab seharusnya mencerminkan realitas konflik yang sedang berlangsung.

Menurutnya, sikap diam berpotensi memperburuk situasi keamanan Kawasan.

“Diam terhadap tindakan seperti ini dapat mendorong eskalasi lebih lanjut dan merusak stabilitas regional.”

Dia juga menyoroti pentingnya sikap konsisten dalam merespons pelanggaran kedaulatan negara dan serangan terhadap infrastruktur sipil.

“Diperlukan posisi yang lebih seimbang dan konsisten dalam menghadapi pelanggaran kedaulatan dan serangan terhadap fasilitas sipil.”

Pernyataan tersebut muncul di tengah konflik yang terus berlanjut antara Iran dan aliansi AS-Israel, yang telah menimbulkan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur.

Serangan awal dilaporkan terjadi pada 28 Februari 2026, yang menewaskan sejumlah pejabat, komandan militer, dan warga sipil Iran.

Sebagai respons, Iran melancarkan puluhan gelombang serangan rudal dan drone ke target militer Israel serta aset Amerika Serikat di kawasan Asia Barat.

Sebelumnya, Iran telah memperingatkan negara-negara di kawaysan agar tidak membuka akses wilayah darat maupun udara untuk operasi militer terhadap negaranya.

Militer Iran juga menegaskan target serangan difokuskan pada pangkalan dan aset Militer Amerika Serikat, bukan wilayah negara tempat fasilitas tersebut berada.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *