Ancam Undur Diri Massal, Tim Elite Digital Pentagon Meradang: Musk Masuk, Kami Keluar!
POROS PERLAWANAN — Sebuah eksodus diam-diam tengah mengguncang jantung digital Pentagon. Politico melaporkan bahwa seluruh staf Kantor Layanan Digital Pertahanan (Defense Digital Service/DDS): unit elite pengembangan teknologi cepat di bawah Departemen Pertahanan Amerika Serikat, akan mengundurkan diri serentak pada akhir April 2025.
Laporan yang terbit pada Senin 21 April itu menyebutkan bahwa keputusan drastis ini muncul sebagai respons langsung terhadap tekanan dari Kantor Efisiensi Pemerintah (Office of Government Efficiency), sebuah entitas baru yang dipimpin oleh tokoh kontroversial Silicon Valley: Elon Musk.
Dalam laporan tersebut, Politico mengutip pernyataan Direktur DDS, Jennifer Hay, yang memimpin 14 personel di bawah struktur “Tim Pekerja Keras” Pentagon. Hay sendiri dijadwalkan mundur pada 1 Mei 2025, bersama sebelas anggota tim lainnya. Dua staf terakhir pun menyatakan niat yang sama, menyusul arah angin yang tidak lagi bersahabat bagi inovasi independen.
“Kami bertahan karena berpikir akan dipanggil,” ungkap Hay dalam wawancara, merujuk pada harapan semula bahwa upaya otomasi dan integrasi kecerdasan buatan yang diusung Musk akan melibatkan mereka. “Namun yang terjadi justru sebaliknya, kami disingkirkan.”
DDS didirikan pada 2015 sebagai respons atas kebutuhan mendesak Pentagon untuk mengadopsi solusi teknologi inovatif selama situasi krisis, dan menjadi jembatan antara budaya militer dan kecerdasan digital khas Lembah Silikon. Tanpa kantor ini, menurut salah satu staf, inisiatif strategis seperti pengembangan sistem anti-drone atau perekrutan bakat digital unggul akan terhenti begitu saja.
Namun yang tampak kini adalah akhir yang senyap namun menentukan bagi satu dekade kerja keras. Setelah April 2025, DDS secara efektif akan dibubarkan. Fungsinya disebut akan “diserap” oleh Kantor Direktur Digital dan AI, bagian dari struktur raksasa bernama Kantor Digital Pertahanan.
Dalam diamnya Pentagon, suara lantang justru datang dari mantan pejabat senior pertahanan yang berbicara kepada Politico tanpa menyebut nama, demi menghindari “pembalasan”. Ia menyebut penetrasi Kantor Efisiensi Pemerintah ke dalam tubuh Departemen Pertahanan sebagai “berbahaya dan kontraproduktif”.
“Mereka tidak sungguh-sungguh menggunakan AI, mereka tidak benar-benar mengejar efisiensi,” ujarnya tegas. “Yang mereka lakukan adalah merusak segalanya.”
Meski Kantor Efisiensi Pemerintah dipoles dengan jargon modernisasi, banyak pihak kini melihatnya sebagai pintu masuk agenda-agenda privat yang merongrong struktur militer dari dalam. Dalam dunia di mana drone menjadi dewa dan algoritma menggantikan nalar, mundurnya DDS bisa dibaca sebagai protes sunyi terakhir para teknokrat Pentagon terhadap kapitalisme AI yang menjelma menjadi alat kontrol dan pembusukan internal.
