Loading

Ketik untuk mencari

Suriah

Andil Rezim Zionis dalam Eskalasi Konflik Suriah

Sinyal Ketakutan Rezim Zionis, 10 Ribu Tentara Cadangan Dipersenjatai

POROS PERLAWANAN — Mitra regional Amerika Serikat di Suriah juga memainkan peran signifikan dalam dinamika konflik yang terus berkembang. Perang saudara Suriah yang telah berlangsung lebih dari satu dekade, dan pada akhirnya membuka jalan bagi kelompok teroris untuk menguasai pusat Damaskus melalui intervensi Amerika Serikat, Rezim Israel, Turki, dan aktor lainnya, telah mengubah negara ini menjadi arena utama konfrontasi dan persaingan kekuatan regional maupun trans-regional.

Namun, perkembangan dalam beberapa bulan terakhir menunjukkan perubahan mendasar dalam pola perilaku Rezim Apartheid Israel. Peningkatan tajam serangan militer, ekspansi operasi, serta penetrasi jauh ke dalam wilayah Suriah, termasuk penargetan pihak-pihak yang sebelumnya dipandang sebagai aktor sekutu, menandakan bahwa kebijakan ini tidak lagi dapat dipahami semata-mata sebagai upaya melemahkan kapasitas militer Pemerintah Damaskus.

Sebaliknya, tindakan tersebut mencerminkan strategi yang lebih luas dan sistematis. Tujuan utamanya tampak diarahkan pada penghancuran kohesi politik dan struktur Pemerintahan Suriah, sekaligus menciptakan kondisi yang memungkinkan pengaruh keamanan, ekonomi, dan geopolitik Israel semakin mengakar di kawasan Asia Barat.

Dalam kerangka ini, Rezim Israel berupaya melemahkan persatuan teritorial Suriah dan mendorong transformasi negara tersebut menjadi kumpulan wilayah yang rapuh, terfragmentasi, dan bersifat semi-otonom. Strategi baru Tel Aviv tidak lagi terbatas pada pengamanan perbatasan Wilayah Pendudukan, melainkan bertujuan menciptakan zona penyangga yang luas di bawah pengaruh langsung Israel, jauh di dalam wilayah geografis Suriah.

Dorongan utama dari fokus yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Suriah ini diyakini berakar pada sebuah proyek geostrategis jangka panjang yang dikenal sebagai “Koridor Daud”. Proyek tersebut, yang telah lama menjadi aspirasi kalangan Zionis, dirancang untuk menyediakan jalur strategis yang menghubungkan Rezim Israel dengan wilayah-wilayah penting di bagian timur dan barat benua Asia, sekaligus memperkuat posisi geopolitiknya di Kawasan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *