Anggota Kongres AS Sebut Perangi Iran ‘Kegilaan Murni’, Telan Biaya Nyaris US$100 Miliar
POROS PERLAWANAN — Anggota Kongres Amerika Serikat, Jason Crow mengecam keras perang dengan Iran dan menyebutnya sebagai “kegilaan murni”. Ia menilai Presiden Donald Trump memulai konflik tanpa strategi keluar, sementara biaya perang terus melonjak dan posisi Iran justru menguat di Selat Hormuz.
Melalui unggahan di platform X pada Sabtu 25 April, Crow menyoroti beban finansial yang hampir mencapai US$100 miliar dan diperkirakan terus bertambah. “Ini kegilaan murni. Kita menghabiskan hampir 100 miliar Dolar dan biaya ini terus meningkat,” ujarnya.
Crow juga mengungkap dampak korban jiwa di pihak Amerika. Lebih dari 13 personel Militer tewas dan lebih dari 300 lainnya terluka sejak konflik berlangsung. Menurut dia, perang tersebut tidak menghasilkan perubahan politik yang diharapkan di Iran.
Ia menegaskan bahwa Iran kini memiliki kendali atas Selat Hormuz, jalur strategis perdagangan energi global. “Mereka sekarang menguasai Selat Hormuz, sesuatu yang bahkan belum terjadi 45 hari lalu,” kata Crow.
Kritik juga diarahkan pada proses pengambilan keputusan di Washington. Crow menyebut Pemerintah memulai perang tanpa strategi jelas, tanpa konsultasi dengan Kongres, dan tanpa otorisasi resmi. Ia mengingatkan bahwa konflik kini mendekati hari ke-60 tanpa arah penyelesaian yang tegas.
“Rakyat Amerika sudah lelah dengan perang tanpa akhir,” ujar Crow, menekankan meningkatnya kejenuhan publik terhadap keterlibatan militer jangka panjang.
Sejumlah pakar dan politisi, baik di dalam maupun di luar Amerika Serikat, sebelumnya telah memperingatkan konsekuensi luas dari konflik dengan Iran. Beberapa anggota Kongres juga menyerukan penghentian perang serta pembatasan kewenangan militer Pemerintah, dengan alasan tingginya biaya dan risiko eskalasi yang semakin sulit dikendalikan.
