Ansharullah: Jika Gencatan Senjata Dilanggar, Seluruh Wilayah Pendudukan akan Jadi Sasaran
POROS PERLAWANAN – Pemimpin Gerakan Ansharullah Yaman menegaskan bahwa jika perang terhadap Gaza kembali terjadi, kelompoknya akan melancarkan serangan terhadap semua wilayah yang diduduki Israel, dengan Jaffa sebagai target utama.
Yaman memainkan peran penting dalam perang Gaza baru-baru ini. Melalui dukungan militer dan politik terhadap perlawanan Palestina, Yaman berkontribusi dalam memperkuat front melawan rezim Zionis. Dukungan tersebut tidak berupa pengiriman senjata atau nasihat militer secara langsung, melainkan melalui partisipasi aktif dalam dinamika regional serta kesiapan menghadapi segala bentuk agresi terhadap Palestina. Kehadiran Ansharullah tidak hanya meningkatkan tekanan terhadap Israel, tetapi juga mengirim pesan tegas bahwa setiap tindakan agresif akan mendapatkan balasan.
Dalam pernyataan pada Jumat 1 Maret, Pemimpin Ansharullah, Sayyid Abdul Malik Badruddin al-Houthi, menegaskan, “Jika perang terhadap Gaza kembali pecah, kami akan melancarkan serangan terhadap semua wilayah pendudukan musuh, dengan Jaffa sebagai target utama. Kami siap mendukung Gaza melalui berbagai jalur militer.”
Komitmen terhadap Front Perlawanan
Al-Houthi juga menekankan bahwa Yaman akan terus mendukung perjuangan rakyat Palestina dan Lebanon. “Dengan izin Allah Swt, kami akan terus bergerak untuk mendukung saudara-saudara mujahidin kami di Palestina dan Lebanon dalam menghadapi agresi Israel di beberapa medan pertempuran paling penting dalam Pertempuran Penyerbuan Al-Aqsa,” ujarnya.
Ia menyoroti ketidakpatuhan Israel terhadap perjanjian gencatan senjata, terutama terkait kewajiban kemanusiaan dan penarikan pasukan dari Rafah. Menurutnya, “Penolakan Israel untuk menarik diri dari Rafah merupakan pelanggaran serius yang membahayakan rakyat Palestina serta menjadi ancaman bagi rakyat, pemerintah, dan tentara Mesir.”
Israel Mengandalkan Dukungan AS
Al-Houthi mengatakan Israel mengandalkan dukungan Amerika Serikat untuk menghindari perjanjian perdamaian. “Rezim Zionis belum sepenuhnya menarik pasukannya dari Lebanon Selatan, yang masih dalam status pendudukan dan menjadi ancaman bagi rakyat Lebanon serta pelanggaran terhadap kedaulatan mereka,” ungkapnya.
Ia juga menyebutkan bahwa Israel semakin memperluas pendudukannya di tiga provinsi selatan Suriah. “Musuh Israel berpikir bahwa rakyat Lebanon, Hizbullah, serta pejuang di Suriah, Gaza, dan Mesir tidak boleh melawan agresi mereka. Tapi kami tegaskan, itu tidak akan terjadi,” tegasnya.
“Kami Siap 100 Persen”
Al-Houthi menyatakan bahwa Israel terus melancarkan agresi melalui serangan udara, penembakan, dan operasi militer di Lebanon, Suriah, dan Gaza. Ia menuding bahwa Israel dan Amerika bekerja sama untuk mempertahankan strategi agresif mereka di kawasan Timur Tengah. “Jika negara kami mengambil sikap yang benar, itu akan menghalangi Amerika dan Israel,” katanya.
Dukungan Penuh untuk Hizbullah
Selain Palestina, Al-Houthi juga menegaskan dukungan penuh untuk Hizbullah Lebanon. Ia mengkritik Presiden AS, Donald Trump yang sebelumnya berbicara tentang pengusiran warga Gaza. “Trump secara terang-terangan ingin mengambil alih Gaza dan bahkan memberikan tenggat satu minggu untuk pembebasan semua tahanan Israel. Ketika gagal, dia baru menyadari bahwa tidak semuanya bisa berjalan sesuai keinginannya.”
Pemimpin Ansharullah juga menegaskan kesiapan militernya dalam menghadapi potensi eskalasi lebih lanjut. “Jika perang dimulai kembali, kami siap melakukan intervensi militer. Setiap ancaman terhadap rakyat Palestina adalah ancaman bagi seluruh bangsa Muslim,” pungkasnya.
