Ansharullah: Kesepakatan Gaza Bermakna Akhir Perang, Bukan Akhir Konfrontasi Lawan Israel
POROS PERLAWANAN – Dalam wawancara dengan al-Jazeera, anggota Kantor Politik Ansharullah, Muhammad al-Bukhayti mengatakan,”(Penghentian) operasi-operasi kami bergantung kepada penghentian agresi ke Gaza dan komitmen penuh (Israel) terhadap kesepakatan yang telah dijalin.”
“Operasi kami akan berlanjut dengan koordinasi bersama Perlawanan jika Rezim Zionis melanggar kesepakatan,” imbuhnya, dilansir Mehr.
“Pada jam-jam terakhir sebelum diberlakukannya gencatan senjata, Rezim Zionis menyalahgunakan kesempatan untuk melakukan lebih banyak kejahatan.”
“Kesepakatan di Gaza bermakna akhir perang, bukan akhir konfrontasi. Komitmen kami (untuk menghentikan operasi) bergantung kepada kepatuhan Rezim Pendudukan (terhadap kesepakatan).”
“Seperti biasa, Rezim Zionis akan mengelak untuk menjalankan kesepakatan. Namun kami tidak akan membiarkan Israel menyelewengkan butir-butir kesepakatan.”
“Front dukungan Yaman (untuk Gaza) sangat efektif dan mampu membebankan kerugian besar militer-ekonomi terhadap Rezim Pendudukan dan para sekutunya.”
“Kami telah meremukkan arogansi Rezim Zionis dan pendukungnya, AS. Kami siap terlibat dalam perang mana pun di masa depan.”
“Kami akan membebaskan kapal AS yang disita. (Penyitaan) ini kami lakukan untuk menekan Washington,” tegas al-Bukhayti.
Di lain pihak, Angkatan Bersenjata Yaman mengumumkan telah kembali melancarkan operasi terhadap armada AS di Laut Merah.
“Dalam sebuah operasi gabungan, kapal induk USS Harry Truman dan kapal-kapal perang AS telah disasar di utara Laut Merah,” kata Yahya Saree.
Dalam statemennya, Jubir Angkatan Bersenjata Yaman itu menyatakan, operasi gabungan itu menggunakan sejumlah drone dan rudal cruise. Dengan izin Allah, imbuh Saree, operasi tersebut berjalan dengan sukses.
“Ini adalah serangan ke-8 terhadap USS Truman sejak memasuki Laut Merah. Serangan ini memaksanya angkat kaki dari kawasan operasi.”
“Kami memperingatkan pasukan agresor di Laut Merah agar menghindari agresi apa pun ke negara kami selama berlangsungnya gencatan senjata di Gaza,” kata Saree.
