Ansharullah Tanggapi Klaim Netanyahu Soal Yaffa
POROS PERLAWANAN – Asisten Kantor Penerangan Ansharullah, Nasrudin AMir menanggapi klaim PM Israel, Benyamin Netanyahu terkait wilayah-wilayah yang diduduki Rezim Zionis, termasuk Yaffa. Kantor Penerangan Ansharullah menegaskan takkan meninggalkan nama asli wilayah-wilayah tersebut.
Diberitakan Fars, Kantor Penerangan Ansharullah pada Senin 21 April menyatakan, para komandan Perlawanan Palestina adalah yang memilih nama “Yaffa” untuk drone-drone Yaman.
“Netanyahu adalah seorang penjahat perang. Kami tidak akan menyingkirkan nama asli permukiman=permukiman yang diduduki di Palestina,” tandas Amir.
“Kami tak akan menarik dukungan untuk Gaza. Netanyahu bukan orang yang bisa mengancam Yaman dan rakyatnya.”
Statemen ini adalah respons terhadap pernyataan Netanyahu soal serangan Yaman menggunakan drone-drone Yaffa. PM Israel berkata, Yaman membanggakan operasi militernya ke permukiman-permukiman Zionis. Sebab itu, mereka memilih nama Yaffa untuk drone mereka.
Sembari mengaku bahwa Israel tidak akan mendiamkan serangan-serangan Ansharullah, Netanyahu berujar bahwa Yaffa bukan wilayah yang diduduki untuk dibebaskan oleh Yaman. Dia mengeklaim bahwa Militer Israel akan terus memerangi Angkatan Bersenjata Yaman.
Seorang komandan sekaligus pakar militer dan strategis Yaman, Mujib Shamsan pada hari Senin juga menyatakan bahwa perimbangan telah berubah. Menurutnya, Sanaa kini telah membuat sebuah perimbangan baru di Kawasan dengan pesan jelas dan gamblang:”konfrontasi dibalas konfrontasi.”
“Yaman membela Palestina selama satu setengah tahun lebih. Yaman terlibat dalam perang ini bukan demi propaganda, namun karena menjalankan kewajiban. Pendirian Yaman tidak emosional atau hanya sekilas. Yaman benar-benar meyakini bahwa isu Palestina adalah isu krusial baginya serta berkaitan dengan identitas dan nasib.”
“Apa yang ditunjukkan Yaman dari sisi kekuatan dan operasi luar biasa dalam membela Gaza adalah sesuatu yang lebih tinggi dari yang ditunjukkan Yaman selama menghadapi Koalisi Saudi dalam kurun waktu 8 tahun terakhir.”
