Loading

Ketik untuk mencari

Opini

Apa Tujuan AS Publikasikan Laporan Intelijen Soal Pembunuhan Khashoggi yang Libatkan Bin Salman?

Apa Tujuan AS Publikasikan Laporan Intelijen Soal Pembunuhan Khashoggi yang Libatkan Bin Salman?

POROS PERLAWANAN – “Putra Mahkota Mohamed bin Salman menyetujui penahanan atau pembunuhan Jamal Khashoggi di Istanbul, Turki”.

Ini adalah kalimat yang tercantum di awal laporan CIA tentang pembunuhan jurnalis Saudi, yang dipublikasikan pada Jumat 26 Februari lalu.

Dilansir al-Alam, laporan ini tidak mematikan karier politik Bin Salman, namun akan membuatnya mengalami kelumpuhan politik, sehingga ia tak mampu menjalankan misi dan membutuhkan sokongan AS untuk mengatur urusan Saudi.

Tampaknya tujuan dari publikasi laporan CIA, yang menjadikan Bin Salman sebagai tertuduh dalam kasus teror Khashoggi, bukan untuk mengakhiri kehidupan politik Putra Mahkota Saudi. Namun hanya memberikan kesempatan hidup kepadanya, tapi “hidup dalam kelumpuhan”.

Jika AS bisa memanfaatkan kelumpuhan Bin Salman untuk meraih tujuannya dan Israel di Kawasan, maka ia akan mempertahankan Putra Mahkota di takhtanya. Namun, jika AS merasa bahwa kelumpuhan ini tidak bisa segera mewujudkan tujuan-tujuan regionalnya, Washington akan menggantikan Bin Salman dengan pangeran lain yang “lebih lumpuh”.

Terlalu polos jika kita berpikir bahwa Presiden AS, Joe Biden akan mengusung Khashoggi sebagai tumbal HAM dan menghukum Bin Salman karena telah melanggar HAM. Terlebih Putra Mahkota Saudi ini telah membuktikan kesetiaannya kepada AS dan pelayanannya untuk kepentingan Israel.

Tujuan Biden dari publikasi laporan CIA adalah mengatur pergerakan Bin Salman agar lebih selaras dengan kebijakan-kebijakan AS.

Sebelum ini, Pangeran Saudi dengan tindak-tindak bodohnya telah mengeruhkan air bagi AS. Bin Salman telah menculik PM Lebanon Saad Hariri, memaksanya mengundurkan diri, dan mengumumkannya dari Riyadh. Bin Salman juga yang merancang serangan ke Qatar dan blokade atas Kuwait.

Tanpa lampu hijau dari AS, Bin Salman tak akan bisa melewati para paman dan sepupunya untuk bisa naik ke singgasana. Meski ia sudah membuktikan kepatuhannya terhadap instruksi dan dikte para majikannya di AS dan Israel, namun sifat haus kekuasaannya menyebabkan ia telah melemahkan sebagian proyek dan konspirasi majikannya.

Sebab itu, AS ingin memberi pelajaran kepada Putra Mahkota Saudi ini. Kasus Khashoggi pun menjadi dalih yang sesuai untuk menjewer kuping Bin Salman.

Tags:

1 Komentar

  1. Oji Februari 28, 2021

    Supaya mengalahkan saudi terlebih dahulu, sebelum mengalah kan mereka Amerika (setan kabiir)

    Balas

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *