Araghchi: Jika Rudal Iran Hancurkan Sistem Militer AS di Mana Pun, Jangan Ada yang Protes
POROS PERLAWANAN — Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi memperingatkan bahwa sistem Militer Amerika Serikat di Kawasan dapat menjadi target serangan Iran di mana pun berada, jika digunakan untuk melancarkan serangan terhadap wilayah Iran.
Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi pada Senin 9 Maret setelah Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) memublikasikan foto dari salah satu pangkalan militernya di Kawasan, yang menampilkan sistem High Mobility Artillery Rocket System (HIMARS) dengan keterangan bahwa sistem tersebut memiliki kemampuan serangan jarak jauh “tak tertandingi” dalam operasi melawan Iran.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Komando Pusat Angkatan Bersenjata Amerika Serikat karena telah mengakui penggunaan wilayah negara-negara tetangga kami untuk meluncurkan rudal jarak pendek terhadap rakyat kami,” kata Araghchi.
Ia menambahkan bahwa Iran tidak akan ragu menghancurkan sistem militer Amerika tersebut jika digunakan untuk menyerang Iran.
“Jika rudal-rudal kami menghancurkan sistem-sistem tersebut di mana pun berada sebagai balasan, maka tidak ada pihak yang berhak memprotes,” tegasnya.
Serangan terhadap Instalasi Air di Pulau Qeshm
Araghchi juga menyinggung serangan terhadap instalasi penyulingan air di Pulau Qeshm, Iran, yang menurutnya kemungkinan diluncurkan dari wilayah negara-negara tetangga.
Sebelumnya, Amerika Serikat menargetkan fasilitas penyulingan air tawar di pulau tersebut, yang menyebabkan terganggunya pasokan air bagi sekitar 30 desa.
Araghchi menyebut serangan terhadap fasilitas sipil tersebut sebagai eskalasi berbahaya yang akan menimbulkan konsekuensi serius.
Iran Balas Serang Pangkalan AS di Bahrain
Sebagai respons, Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dalam gelombang ke-26 Operasi Janji Sejati menargetkan Pangkalan Al-Jufair milik Amerika Serikat di Bahrain menggunakan rudal berbahan bakar padat dan cair.
Menurut IRGC, serangan tersebut merupakan balasan terhadap operasi Amerika yang diluncurkan dari pangkalan tersebut dan menargetkan instalasi air di Pulau Qeshm.
Serangan Iran terhadap Pangkalan AS di Teluk
Sejak 28 Februari, Iran melancarkan serangkaian serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.
Teheran menyatakan langkah tersebut merupakan respons defensif terhadap agresi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran.
Eskalasi ini meningkatkan ketegangan di Kawasan yang menjadi pusat jalur energi global dan lokasi sejumlah pangkalan militer strategis Amerika Serikat.
