Araghchi Nilai Putaran Kelima Negosiasi dengan AS sebagai yang ‘Paling Profesional’
POROS PERLAWANAN – Putaran kelima negosiasi dinilai sebagai salah satu yang paling profesional sepanjang proses perundingan tak langsung dengan AS. Mengutip laporan Mehrnews pada Jumat petang 23 Mei, usai berakhirnya putaran kelima perundingan, Menteri Luar Negeri Iran, Sayyid Abbas Araghchi menyatakan, “Putaran negosiasi kelima merupakan salah satu yang paling profesional yang pernah kami jalani dan adakan.”
Araghchi menambahkan: “Sekali lagi, kami telah menegaskan posisi dan prinsip Republik Islam Iran dalam negosiasi ini. Posisi kami sepenuhnya jelas, dan kami tetap mempertahankannya.”
Menteri Luar Negeri Iran juga menyoroti respons dari pihak Amerika. “Kami menilai kini terdapat pemahaman yang lebih baik dan lebih jelas dari pihak Amerika terhadap posisi kami,” ujarnya.
Ia juga menyebutkan bahwa Menteri Luar Negeri Oman turut berupaya memperkenalkan solusi untuk mengatasi hambatan yang ada dan mendorong kemajuan. “Berbagai ide telah didiskusikan. Mereka juga memiliki beberapa usulan. Diputuskan bahwa pekerjaan lebih lanjut akan dilakukan di tingkat teknis dan akan dibawa ke Ibu Kota tanpa mengikat pihak mana pun,” jelasnya.
Araghchi menegaskan harapannya bahwa dalam satu atau dua pertemuan berikutnya, solusi konkret dapat ditemukan. “Dengan usulan Oman untuk mengatasi hambatan, kami melihat adanya peluang untuk kemajuan,” katanya.
Ia melanjutkan, “Kedua pihak akan menyampaikan pandangan mereka, dan putaran negosiasi selanjutnya akan dijadwalkan. Kami berharap persoalan ini dapat diselesaikan pada putaran berikutnya. Jika solusi-solusi tersebut dibahas secara mendalam di Ibu Kota, kami akan mampu mendiskusikan rinciannya lebih lanjut.”
Meski demikian, Araghchi mengingatkan bahwa proses negosiasi masih kompleks. “Negosiasi ini terlalu rumit untuk diselesaikan hanya dalam dua atau tiga pertemuan. Namun, fakta bahwa kita sekarang berada di jalur yang rasional sudah merupakan sebuah kemajuan,” ujarnya. “Saya berharap dalam satu atau dua pertemuan mendatang, berdasarkan pemahaman yang telah terbentuk, kita dapat menemukan solusi yang dapat dikembangkan lebih lanjut. Meski belum sampai ke tahap tersebut, kami tetap optimis. Dengan solusi yang ditawarkan Oman, peluang untuk maju tetap terbuka.”
