Loading

Ketik untuk mencari

Irak

AS-Barat Gagal Bubarkan al-Hashd al-Shaabi

AS-Barat Gagal Bubarkan al-Hashd al-Shaabi

POROS PERLAWANAN – Harian Lebanon, al-Akhbar, pada Sabtu 21 Desember memberitakan, berbagai pihak internasional dan regional berulangkali mendesak agar al-Hashd al-Shaabi dibubarkan dan persenjataan faksi-faksi Perlawanan Irak diserahkan kepada Pemerintah negara tersebut.

Diberitakan Fars, sebuah sumber di Pemerintah Irak menyatakan, PM Muhammad al-Sudani tengah berunding dengan semua pihak untuk meminimalkan perselisihan, terutama setelah Operasi Badai al-Aqsa dan perkembangan yang terjadi di Suriah.

Menurut sumber tersebut, isu al-Hashd al-Shaabi dan faksi-faksi Perlawanan, serta tindakan negara-negara Barat, terutama AS, terhadap mereka, bukanlah masalah baru. Terlebih AS sudah berulang kali mengungkap kegusarannya atas keberadaan faksi-faksi Perlawanan Irak.

Belum lama ini, Ketua al-Hashd al-Shaabi, Falih al-Fayyadh mengatakan,”Kita harus bersiap dan mengambil pelajaran dari apa yang terjadi di negara tetangga (Suriah). Irak di tahun 2014 menyaksikan peristiwa-peristiwa serupa. Namun Irak sekarang sangat jauh berbeda dengan Irak tahun 2014.”

“Kita harus berkomitmen menjaga keutuhan wilayah Irak. Kita mesti berdiri tegas menghadapi orang-orang yang berniat mempermainkan keamanan Provinsi al-Anbar,” tandas al-Fayyadh, sembari memperingatkan adanya persekongkolan AS-Barat.

Menurut al-Fayyadh, al-Hashd al-Shaabi masih merupakan sebuah kekuatan penting yang mewakili seluruh rakyat Irak. Organisasi ini, tegasnya, akan melawan setiap bahaya yang mengancam Irak.

Al-AKhbar melaporkan,  PM Irak menegaskan berulang kali kepada pihak-pihak Barat bahwa al-Hashd al-Shaabi tidak pernah melakukan intervensi dalam berbagai perang dan perselisihan domestik atau regional.

Bahkan dalam peristiwa-peristiwa yang terjadi di Gaza dan Lebanon, kata al-Sudani, al-Hashd al-Shaabi tidak terlibat sama sekali. Meski demikian, berbagai pihak regional, terutama AS, meyakini bahwa faksi-faksi Perlawanan mengancam kepentingan mereka.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *