Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

AS Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Iran dan Irak, Wakil Menteri Perminyakan Irak Masuk Daftar Hitam

POROS PERLAWANAN — Amerika Serikat kembali meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Poros Perlawanan. Departemen Keuangan AS mengumumkan sanksi baru yang menyasar seorang pejabat tinggi Pemerintah Irak serta sejumlah tokoh senior kelompok perlawanan Irak.

Langkah ini dikonfirmasi dalam pernyataan resmi Washington pada Kamis (7/5/26) sebagaimana dilaporkan oleh Farsnews Agency.

Salah satu target utama sanksi adalah Ali Maarej Al-Bahadli, yang saat ini menjabat sebagai Wakil Menteri Perminyakan Irak.

Washington menuduh Al-Bahadli menyalahgunakan wewenangnya untuk memfasilitasi pengalihan sejumlah besar minyak mentah Irak. Tuduhan tersebut menyebut bahwa aliran minyak itu ditujukan untuk membantu Iran menghindari tekanan ekonomi dan sanksi internasional yang dipimpin AS.

Langkah ini dinilai tidak biasa, karena jarang AS menjatuhkan sanksi langsung terhadap pejabat aktif tingkat tinggi di pemerintahan Irak. Para analis memahami kebijakan ini sebagai sinyal meningkatnya tekanan Washington terhadap Baghdad agar memutus atau setidaknya mengurangi hubungan ekonomi dan energi dengan Teheran.

Selain menargetkan pejabat pemerintah, Departemen Keuangan AS juga memasukkan tiga pemimpin senior kelompok perlawanan Irak ke dalam daftar sanksi baru. Mereka berasal dari Kataib Sayyid al-Shuhada dan Asaib Ahl al-Haq.

Amerika Serikat menuduh kelompok-kelompok tersebut terlibat dalam berbagai aktivitas yang dinilai “mengancam kepentingan dan stabilitas kawasan” menurut versi Washington. Tuduhan ini kembali menegaskan bahwa kelompok perlawanan Irak tetap menjadi sasaran utama kampanye ekonomi dan intelijen AS.

Sanksi terbaru ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, serta upaya sistematis Amerika untuk memperketat jalur perdagangan energi yang diduga terkait dengan Iran.

Bagi Irak, langkah tersebut berpotensi menambah tekanan politik terhadap pemerintahan Baghdad yang selama ini berada dalam posisi sensitif antara hubungan strategis dengan Amerika Serikat dan ketergantungan ekonomi serta energi dengan Iran.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *