Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

AS Kaji Usulan Keterlibatan Tak Langsung Turki dalam Pasukan Internasional di Gaza

POROS PERLAWANAN — Televisi Channel 11 (KAN) milik Israel melaporkan bahwa Amerika Serikat tengah mempertimbangkan usulan baru yang memungkinkan keterlibatan Turki secara tidak langsung dalam pasukan internasional yang direncanakan untuk Gaza.

Menurut laporan IRNA pada Jumat 2 Januari, yang mengutip Channel 11, para pejabat Amerika mengajukan gagasan tersebut dalam pembicaraan dengan pihak Israel. Skema ini tidak mencakup penempatan langsung pasukan Turki di Jalur Gaza, melainkan peran pendukung dari luar wilayah tersebut.

Saluran televisi Israel itu menyebutkan bahwa usulan tersebut dirancang untuk meredam penolakan keras Israel terhadap kehadiran Militer Turki secara langsung di Gaza. Dalam kerangka rencana itu, pasukan Turki tidak akan dikerahkan ke wilayah Gaza, tetapi diizinkan berada di pangkalan-pangkalan di Mesir dan Yordania, dengan tugas memberikan dukungan logistik jarak jauh bagi pasukan internasional yang beroperasi di Gaza.

Menurut laporan tersebut, Washington menilai skema ini sebagai solusi kompromi yang dapat mengakomodasi kepentingan berbagai pihak sekaligus memanfaatkan peran Turki tanpa melampaui batasan yang ditetapkan Israel.

Channel 11 juga mencatat bahwa gagasan tersebut telah dibahas bahkan sebelum pertemuan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dengan Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu di Florida.

Saluran tersebut menilai perkembangan ini sebagai indikasi keseriusan Washington dalam mencari kerangka kerja baru di tingkat regional dan internasional untuk pengelolaan keamanan Gaza. Kerangka tersebut, dengan melibatkan kekuatan regional secara tidak langsung, ditujukan untuk menjamin keberlanjutan pasukan internasional yang diusulkan.

Sebelumnya, Channel 11 melaporkan bahwa penolakan Israel terhadap kehadiran Turki dan pembentukan pasukan internasional di Gaza dalam konteks gencatan senjata telah memicu ketegangan serius dengan Amerika Serikat. Hal ini terjadi di tengah dorongan Washington untuk mempercepat pembentukan pasukan multinasional di wilayah tersebut.

Menurut laporan yang sama, Presiden AS juga mendorong pemberian peran bagi Turki dalam skema “hari setelah perang” di Gaza. Opsi yang dipertimbangkan meliputi pengerahan pasukan sipil Turki atau keterlibatan Ankara dalam proses rekonstruksi Gaza tanpa peran keamanan.

Menurut IRNA, Israel melancarkan perang terhadap Jalur Gaza pada 7 Oktober 2023 dengan tujuan menghancurkan Hamas dan membebaskan para tahanan Israel. Namun, tujuan tersebut tidak tercapai dan berujung pada kesepakatan pertukaran tahanan dengan Hamas.

Hamas kemudian mengumumkan secara resmi tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri perang dan melakukan pertukaran tahanan. Meski tentara Israel mengumumkan pemberlakuan gencatan senjata, laporan lapangan menunjukkan terjadinya pelanggaran berulang mereka terhadap kesepakatan tersebut.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *