Loading

Ketik untuk mencari

Amerika Yaman

AS Tangguhkan Sanksi dan Nyatakan Siap Revisi Status ‘Teroris’ Ansharullah Yaman

AS Tangguhkan Sanksi dan Nyatakan Siap Revisi Status 'Teroris' Ansharullah Yaman

POROS PERLAWANAN – Dilansir Fars, Kemenkeu AS pada Senin malam mengeluarkan kelonggaran transaksi dengan Ansharullah sejak Senin 25 Januari hingga 26 Februari mendatang.

Dua hari lalu, seorang Jubir Kemenlu AS mengabarkan bahwa pihaknya telah mulai mengkaji dideklarasikannya Ansharullah Yaman sebagai kelompok teroris oleh Pemerintahan Donald Trump. Kemenlu AS mengaku berusaha menangani masalah ini sesegera mungkin dan mengambil keputusan.

Baru-baru ini, Menlu AS Antony Blinken menyatakan bahwa Washington akan merevisi status Ansharullah sebagai teroris.

Seperti diketahui, Trump di hari-hari akhir jabatannya menjatuhkan sanksi atas Ansharullah dan tiga petinggi kelompok Yaman tersebut.

Langkah AS dalam mengumumkan Ansharullah sebagai teroris mendapat kecaman berbagai pihak. PBB menyatakan, keputusan ini bisa memperparah krisis kemanusiaan di Yaman.

Pada hari Senin kemarin, warga Yaman melakukan long march besar-besaran dengan mengusung slogan “Blokade dan Agresi AS adalah Kejahatan Teroris”.

Dua long march lain diadakan di kawasan Haydan dan Razih di Provinsi Saadah. Lebih dari 20 long march lain juga diadakan di Sanaa dan provinsi-provinsi Yaman lainnya.

Anggota Dewan Tinggi Politik Yaman, Muhammad Ali Houthi di hadapan para pendemo menyatakan, ”Adalah suatu kehormatan bagi kita bahwa AS mencantumkan Ansharullah dalam Daftar Terorisme. Kita bangga telah menjadi penyebab rasa takut AS.”

“Kita tidak takut terhadap AS. Hari ini bangsa kita telah menegaskan keteguhan mereka dalam menghadapi musuh dan ancaman-ancamannya,” lanjut Houthi.

Gubernur Taiz, Salim al-Mughlis juga berkata, ”Dicantumkannya Ansharullah dalam Daftar Terorisme oleh AS adalah pertanda kegagalan blokade dan perang atas Yaman yang diawasi oleh AS.”

“Keputusan AS ini justru menambah tekad dan kekuatan kita untuk melawan. AS dan Israel berupaya menjarah kekayaan bangsa Yaman, menundukkan, dan mengubah jati diri mereka. Namun bangsa Yaman hari ini lebih kuat dari waktu-waktu lain,” tandasnya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *