Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

AS Tuduh China Dirikan “Kantor Polisi Rahasia” di New York

POROS PERLAWANAN — Otoritas Amerika Serikat menyatakan seorang warga negara Amerika keturunan China bersalah dalam kasus dugaan pengoperasian “kantor polisi rahasia” milik China di Manhattan, New York.

Kasus tersebut mencuat bersamaan dengan kunjungan resmi Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Beijing dan kembali mempertegang hubungan Washington dengan Beijing.

Menurut laporan yang dikutip Fars News Agency pada Kamis (14/5/2026), pria bernama Lu Jianwang dinyatakan bersalah oleh pengadilan federal di Brooklyn atas tuduhan bertindak sebagai agen asing dan menghalangi proses hukum.

Otoritas Amerika menuduh Lu mendirikan sebuah pusat layanan di kawasan Chinatown, Manhattan, yang disebut digunakan sebagai bagian dari operasi pengawasan terhadap para pengkritik Chinese Communist Party di Amerika Serikat.

Jaksa federal menyatakan pusat tersebut secara resmi diklaim membantu warga China memperpanjang surat izin mengemudi ketika tinggal di luar negeri. Namun menurut otoritas AS, fasilitas itu juga digunakan untuk memantau dan menekan pihak-pihak yang dianggap menentang pemerintah China.

Dalam persidangan, jaksa federal Antoinette N. Rangel menuduh Lu “sepenuhnya selaras dengan apa yang diminta pemerintah China.”

Majelis juri menyatakan Lu bersalah atas dua dakwaan, yaitu bertindak sebagai agen asing dan menghalangi penyelidikan. Namun ia dibebaskan dari dakwaan konspirasi untuk bertindak sebagai agen pemerintah China.

Sejumlah media Amerika menyebut kasus tersebut sebagai perkara pertama terkait dugaan pengoperasian “kantor polisi rahasia” China di Amerika Serikat.

Menurut putusan pengadilan, Lu disebut membuka dan mengelola fasilitas tersebut pada awal 2022 atas nama Kementerian Keamanan Publik China.

Kasus ini muncul dua hari setelah seorang wali kota di Arcadia, California, mengundurkan diri setelah dituduh memiliki hubungan dengan pemerintah China.

Otoritas Amerika Serikat menyebut Lu terancam hukuman penjara hingga 30 tahun.

Asisten Direktur FBI James C. Barnacle Jr. menuduh Lu menggunakan pusat tersebut untuk menargetkan para penentang Republik Rakyat China demi mendukung agenda politik Beijing.

Menurut laporan BBC, sedikitnya 100 fasilitas serupa dilaporkan beroperasi di 53 negara. Sejumlah kelompok HAM menuding pusat-pusat itu digunakan untuk mengawasi dan mengintimidasi warga China di luar negeri.

Pemerintah China membantah tuduhan tersebut dan menyatakan fasilitas itu bukan kantor polisi, melainkan “pusat layanan” yang membantu kebutuhan administratif warga China di luar negeri.

Jaksa juga menuduh Lu menghapus pesan komunikasi dengan pejabat pemerintah China setelah mengetahui adanya penyelidikan FBI.

Fasilitas yang berada di kawasan Chinatown Manhattan itu akhirnya ditutup pada musim gugur 2022 setelah penyelidikan federal dimulai.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *