AS-Ukraina di Ambang Kesepakatan Sumber Daya Mineral Langka
POROS PERLAWANAN – Washington dan Kiev dikabarkan hampir mencapai kesepakatan terkait pemanfaatan sumber daya mineral langka Ukraina. Sementara Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, mengkritik rencana Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, untuk mengambil alih cadangan mineral negara tersebut, Wakil Perdana Menteri Ukraina, Olga Stefanishyna, justru mengonfirmasi bahwa negosiasi antara kedua negara telah memasuki tahap akhir.
Dalam pernyataannya, Stefanishyna menjelaskan bahwa proses pembicaraan antara delegasi Ukraina dan Amerika Serikat hampir mencapai kesepakatan final. “Tim negosiasi dari Ukraina dan Amerika Serikat saat ini berada pada tahap akhir pembahasan terkait kesepakatan mineral langka. Kami berharap para pemimpin kedua negara dapat segera menandatangani dan meresmikan kesepakatan ini di Washington,” ujarnya, seperti dikutip dari Kantor Berita TASS pada Senin 24 Februari.
Sebelumnya, Pemerintahan Donald Trump mengusulkan agar Ukraina memberikan kekayaan mineral senilai 500 miliar Dolar AS sebagai bentuk pembayaran atas bantuan yang diberikan Amerika Serikat selama masa perang. Namun, usulan ini mendapat penolakan dari Presiden Zelensky.
Mengutip laporan Bloomberg yang bersumber dari seorang pejabat Ukraina yang tidak disebutkan namanya, nilai bantuan yang diberikan Amerika Serikat kepada Ukraina sebenarnya diperkirakan lima kali lebih kecil, yakni sekitar 90 miliar Dolar AS.
Menurut laporan TASS, Zelensky menilai bahwa proposal dari Washington tidak memberikan jaminan keamanan yang memadai bagi negaranya. Dalam konferensi pers yang digelar kemarin, Zelensky menegaskan, “Saya tidak ingin menandatangani perjanjian ini karena konsekuensinya akan ditanggung oleh sepuluh generasi rakyat Ukraina di masa depan.”
Analisis
Meskipun Zelensky saat ini menolak kesepakatan yang diajukan Washington, situasi geopolitik dan tekanan ekonomi yang dihadapi Ukraina kemungkinan besar akan memaksanya untuk mempertimbangkan kembali keputusan tersebut. Dengan ketergantungan Ukraina terhadap dukungan militer dan finansial dari Amerika Serikat, opsi untuk menolak permintaan Trump mungkin semakin terbatas.
Jika tekanan internasional dan kebutuhan domestik terus meningkat, Zelensky pada akhirnya mungkin tidak memiliki pilihan selain menerima kesepakatan yang ditawarkan demi menjaga stabilitas negara dan mempertahankan dukungan sekutunya.
